Mau Hidup Enak di Masa Tua? Aset Ini Bisa Jadi “Pabrik Uang” Anda

Kompas.com - 24/01/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi orang tua. ShutterstockIlustrasi orang tua.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mendapatkan penghasilan tidak melulu harus mengandalkan gaji dari pekerjaan utama maupun sampingan. Pundi-pundi uang juga bisa diperoleh dari aset Anda.

Apa itu aset aktif? Adalah aset yang dapat bekerja menghasilkan uang untuk Anda. Aset aktif ini sangat penting sebagai bekal di masa tua nanti.

Di mana saat raga tak mampu lagi bekerja, aset aktif bisa menjadi penopang keuangan Anda. Uang tetap mengalir ke kantong, meskipun Anda sedang tidur sekalipun.

Lalu apa saja yang masuk kategori aset dan bisa menjadi ‘pabrik uang?’ Berikut ulasannya, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Menyewakan properti

Sebagian besar orang, mungkin termasuk Anda, kalau punya uang pasti ingin membeli properti. Di antaranya rumah, apartemen, tanah, ruko, atau properti lainnya.

Alasannya karena harga properti tidak pernah turun. Selalu naik saban tahun. Kenaikannya cukup besar, bahkan bisa melesat bila lokasi properti sangat strategis atau masuk kawasan pengembangan dari pemerintah maupun swasta.

Jika Anda memiliki aset berupa properti, sewakan saja. Jadikan sebagai kontrakan atau kos-kosan. Disewakan bulanan ataupun tahunan.

Tidak perlu bekerja, penghasilan jutaan rupiah dari aset aktif ini sudah pasti masuk ke rekening setiap bulan atau setiap tahun. Pun dengan tanah. Bisa disewakan dengan pemanfaatan sebagai sawah maupun ladang.

Uang dari penyewaan properti dapat Anda putar lagi untuk membeli properti lain yang belum Anda miliki atau yang Anda lihat memiliki prospek cerah.

2. Investasi di surat berharga

Surat berharga adalah aset aktif tidak berwujud. Tetapi jelas kepemilikannya. Imbal hasil atau keuntungannya pun nyata.

Surat berharga tersebut, di antaranya saham, surat utang atau obligasi, deposito, dan lainnya. Misalnya Anda investasi dengan membeli saham perusahaan A. Berarti Anda salah satu pemilik perusahaan itu.

Anda berhak ikut Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan mendapatkan pembagian dividen atau keuntungan setiap tahun. Di saham, Anda juga bisa memperoleh capital gain dari penjualan saham.

Sama halnya dengan obligasi. Anda pemegang obligasi pemerintah atau swasta, bisa mengantongi keuntungan dari yield atau imbalan setiap periodenya. Bisa setiap bulan, per tiga bulan, atau tahunan.

Dengan berinvestasi di surat berharga, uang yang Anda tanam akan berkembang, bahkan dalam jangka panjang. Meski tidak pasti karena investasi memiliki risiko.

Anda bakal menuai hasilnya untuk masa depan keuangan yang lebih baik. Maka dari itu, investasi dari sekarang.

Baca Juga: Bagaimana Cara Bisa Menabung dengan Gaji Rp 5 Juta, Punya 2 Anak, dan Utang?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X