Ekspor Perikanan RI Capai Rp 72,8 Triliun pada 2020, Terbanyak ke Amerika

Kompas.com - 27/01/2021, 12:01 WIB
Ikan tangkapan nelayan dibongkar dari kapal di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Jakarta, Selasa (27/8/2013). Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian
Kelautan dan Perikanan gencar melakukan upaya mendorong ekspor ikan hasil penangkapan. KOMPAS/HERU SRI KUMOROIkan tangkapan nelayan dibongkar dari kapal di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Jakarta, Selasa (27/8/2013). Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan gencar melakukan upaya mendorong ekspor ikan hasil penangkapan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan melaporkan total ekspor perikanan RI mencapai 5,2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 72,8 triliun sepanjang 2020.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, dari nilai ekspor 5,2 miliar dollar AS, 4,84 miliar dollar AS merupakan ekspor ikan konsumsi. Secara volume, ekspor mencapai 1,26 juta ton.

"Ikan konsumsi dan total volume ekspor 1,26 juta ton di mana 1,06 juta ton merupakan ikan konsumsi," kata Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: Dikabarkan Jadi Komut Telkomsel, Ini Jawaban Wishnutama

Trenggono menyebut, ekspor perikanan itu sebagian besar dikirim ke 5 pasar utama produk perikanan, yaitu ke China, ASEAN, Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

"Nilai (ekspor) tertinggi adalah ke negara AS, kemudian diikuti China, ASEAN, Jepang, dan Uni Eropa," papar Trenggono.

Secara volume, komoditas utama ekspor didominasi oleh komoditas udang, tuna, cakalang, rumput laut, cumi, sotong, gurita, dan layur.

"Sedangkan secara nilai adalah udang, tuna, cakalang, cumi, sotong, gurita, rajungan, dan kepiting. Ini akan menjadi produk unggulan yang akan menjadi prioritas di 2021," ungkap Trenggono.

Baca juga: Jokowi Yakin Industri Otomotif Indonesia Akan Disegani Dunia

Sementara itu, produksi perikanan pada tahun 2020 mencapai 23,16 juta ton. Produksi ini menurun sebesar 2,94 persen dibanding tahun 2019.

Penurunan produksi terjadi pada perikanan budidaya yang terkikis 5,34 persen. Hal ini sebagai dampak pandemi Covid-19 yang menghambat penyediaan input sarana produksi.

Sedangkan produksi perikanan tangkap meningkat 2,26 persen.

"Serapan ikan pasar domestik tahun 2020 diperkirakan mencapai 13 juta ton, sehingga konsumsi ikan menjadi 56,39 kilogram per kapita per tahun," sebut Trenggono.

Baca juga: PKN STAN Kembali Buka Pendaftaran Tahun Ini, Simak Syarat Seleksinya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Produsen Baja Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Produsen Baja Ini Buka Lowongan Kerja, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Ini Kode Bank BCA dan Bank Swasta Lain untuk Keperluan Transfer

Ini Kode Bank BCA dan Bank Swasta Lain untuk Keperluan Transfer

Work Smart
Pertamina Impor Elpiji dari Perusahaan Migas UEA

Pertamina Impor Elpiji dari Perusahaan Migas UEA

Whats New
Harga Saham Tesla Merosot, Kekayaan Musk Hilang Rp 378 Triliun

Harga Saham Tesla Merosot, Kekayaan Musk Hilang Rp 378 Triliun

Whats New
Mau Ubah Gaya Hidup Jadi 'Less is More'? Begini Cara Memulainya

Mau Ubah Gaya Hidup Jadi "Less is More"? Begini Cara Memulainya

Earn Smart
[POPULER MONEY]  Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian | Penumpang Wings Air Buka Jendela Darurat

[POPULER MONEY] Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian | Penumpang Wings Air Buka Jendela Darurat

Whats New
Harga Emas Turun, Saatnya Beli?

Harga Emas Turun, Saatnya Beli?

Earn Smart
Daftar Lengkap Kode Bank di Indonesia untuk Keperluan Transfer

Daftar Lengkap Kode Bank di Indonesia untuk Keperluan Transfer

Work Smart
[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On dari 'Ghosting' | Seni Merayakan 'Ghosting' | Dampak 'Sidebarring' dengan Pasangan

[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On dari "Ghosting" | Seni Merayakan "Ghosting" | Dampak "Sidebarring" dengan Pasangan

Whats New
Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Intip Kekayaan Moeldoko, Eks Panglima TNI dan Ketum Demokrat Versi KLB

Whats New
Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Simak Poin Penting Aturan Turunan UU Cipta Kerja Sektor Perikanan dan Kelautan

Whats New
Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Telah Disetujui Senat, Masyarakat AS Bakal Dapat Bantuan Rp 20 Juta

Whats New
Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Work Smart
Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan 'Jirolupat' | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan "Jirolupat" | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X