Pembangunan Industri Baterai Kendaraan Listrik Diproyeksi Capai Rp 243,6 Triliun

Kompas.com - 01/02/2021, 16:21 WIB
Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETSIlustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik berencana menciptakan industri baterai kendaraan listrik atau EV Battery dari hulu ke hilir. Ini dilakukan untuk mendorong ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional.

Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana mengatakan, rencana pembangunan industri pembuatan hingga daur ulang baterai dengan kapasitas cell baterai sebesar 140 gigawatt hours (GWh), akan membutuhkan investasi sebesar 13,4 miliar dollar AS hingga 17,4 miliar dollar AS, atau setara Rp 187,6 triliun hingga Rp 243,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS).

“Indonesia memilki potensi terbesar di antara negara ASEAN , untuk membangun ekosistem industri EV,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Proyek Sirkuit MotoGP Mandalika Banjir, Ini Penjelasan ITDC

Lebih lanjut Agus menyebutkan, pembangunan industri tersebut akan dikakukan oleh 4 BUMN energi yang tergabung dalam Indonesia Baterai Holding (IBH), yakni MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Persero).

“Keseluruhan value chain ekosistem industri baterai EV ini akan dilaksanakan baik oleh masing-masinh BUMN atau melaui joint venture company dengan mitra internasional,” tuturnya.

Menurutnya, dengan terus tumbuhnya penggunaan kendaraan listrik di berbagai negara, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pemain besar produsen EV battery di kancah global.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasalnya berdasarkan data yang ia miliki, Indonesia memiliki 30 persen dari total keseluruhan cadangan nikel dunia.

“PT Antam memiliki cadangan nikel yang cukup besar untuk dapat memasok produksi EV,” ucapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan roadmap yang dibuat oleh Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik, pembangunan industri baterai EV akan dilaksanakan hingga 2027.

Baca juga: Merek Harus Dilesensikan, Mengapa?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X