OJK: Lahirnya Bank Syariah Indonesia Sudah Lama Ditunggu Masyarakat

Kompas.com - 01/02/2021, 15:28 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7/2017).  Rapat tersebut memutuskan Wimboh sebagai ketua DK OJK, Nurhaida sebagai Wakil Ketua, Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Heru Kristiyana sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Riswinandi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank, Ahmad Hidayat sebagai Ketua Dewan Audit, Tirta Segara sebagai Anggota Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Mirza Adityaswara sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Bank Indonesia dan Mardiasmo sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Kementerian Keuangan. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso memberikan keterangan kepada wartawan hasil rapat perdana DK OJK periode 2017-2022 di Jakarta, Kamis (20/7/2017). Rapat tersebut memutuskan Wimboh sebagai ketua DK OJK, Nurhaida sebagai Wakil Ketua, Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Heru Kristiyana sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Riswinandi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank, Ahmad Hidayat sebagai Ketua Dewan Audit, Tirta Segara sebagai Anggota Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Mirza Adityaswara sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Bank Indonesia dan Mardiasmo sebagai Anggota Dewan Komisioner ex-officio Kementerian Keuangan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku bahagia dengan lahirnya bank hasil penggabungan 3 bank syariah BUMN, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Wimboh menyebut, lahirnya bank syariah terbesar di RI ini sudah ditunggu semua pihak karena bakal memberikan layanan dan produk keuangan syariah yang prima.

"Lahirnya sudah lama ditunggu masyarakat, karena apa? Karena bank ini diharapkan akan dapat memberikan layanan produk dengan kualitas prima, biaya murah, jaringan luas, serta memiliki prinsip syariah," kata Wimboh dalam launching BSI secara virtual, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Bank Syariah BUMN Resmi Merger, Saham BRIS Melejit

Wimboh pun menyampaikan beberapa pesannya kepada BSI. Wimboh bilang, momentum penggabungan tiga bank syariah BUMN harus dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi keuangan syariah nasional.

"Dengan (jumlah) penduduk sebanyak 272 juta orang, yang mengharapkan produk syariah yang lebih baik, BSI ini akan memberikan fokus pada pembiayaan masyarakat kecil melalui program UMKM dalam mendukung pembangunan nasional," ungkap Wimboh.

Tak hanya itu, BSI juga diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Caranya melalui berbagai platform ekosistem keuangan syariah yang sedang dibangun dengan teknologi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ekosistem keuangan syariah akan sejalan dengan industri halal, serta pembinaan masyarakat kecil di daerah," papar Wimboh.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Mulai Beroperasi Hari Ini

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X