Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belum Boleh Salurkan KUR, Pegadaian: Buat Kami Agak Nyesek

Kompas.com - 08/02/2021, 12:46 WIB
Fika Nurul Ulya,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pegadaian (Persero) mengeluh belum diberikan izin untuk meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah dan KUR super mikro oleh pemerintah.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto mengatakan, hal ini menjadi tantangan dan disayangkan karena perseroan sudah memiliki banyak outlet atau cabang. 

Tercatat, hingga akhir Desember 2020, Pegadaian memiliki 4.087 outlet dengan 12 kantor wilayah dan 61 kantor area.

Baca juga: Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

"Buat kami agak nyesek karena Pegadaian kita punya 4.087 outlet, tetapi Pegadaian belum boleh menyalurkan KUR super mikro. Padahal, (perusahaan) multifinance ada (diperbolehkan menyalurkan KUR)," kata Kuswiyoto dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (8/1/2021).

Oleh karena itu, perusahaan BUMN ini ingin agar pemerintah segera menunjuk Pegadaian sebagai salah satu penyalur KUR.

Sebab, Pegadaian memang menyasar nasabah-nasabah ultra mikro.

Saat ini, Pegadaian memiliki 16,9 juta nasabah.

Sebanyak 60 persen di antaranya merupakan nasabah peminjam kurang dari Rp 3 juta per nasabah. 

Baca juga: Keyakinan Konsumen Kembali Tertahan pada Januari 2021, Kenapa?

Sementara 57 persen dari total nasabah mengakses pembiayaan produktif.

"Kita BUMN besar punya pegawai kurang lebih 30.000. Kalau mau nanti kami bisa didukung memberikan KUR super mikro sehingga (Pegadaian mampu) memberikan pembiayaan yang lebih murah lagi," harap Kuswiyoto.

Selain masalah KUR super mikro, tantangan lainnya yang dihadapi perusahaan adalah penyaluran subsidi bunga dan bantuan presiden produktif alias BPUM.

Menurut Kuswiyoto, pencairan terkendala karena karakteristik gadai biasanya jangka pendek (short term) dengan tiering up kecil.

Akhirnya nasabah banyak yang enggan datang outlet karena ongkos dengan biaya subsidi yang didapat tidak sebanding.

Baca juga: Mau Buka Pertashop tapi Kurang Modal? Manfaatkan KUR

Hingga akhir tahun 2020, nasabah yang eligible mendapat subsidi bunga sebanyak 1,8 juta dengan nominal Rp 422,5 miliar.

Namun, pencairannya masih kecil, baru 370.000 nasabah dengan subsidi mencapai 108,6 miliar.

"Banyak potensi nasabah yang tidak terafiliasi program subsidi bunga dan BPUM karena karakteristik gadai yang short term, tiering up kecil, serta source data primer belum lengkap. Sehingga nasabah tidak datang karena jumlahnya (subsidi) kecil," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Mei 2024 Naik Rp 6.000, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Hari Ini 28 Mei 2024 Naik Rp 6.000, Simak Rinciannya

Spend Smart
Temukan Indikasi Lazada Langgar Persaingan Usaha, KPPU Lakukan Penyelidikan

Temukan Indikasi Lazada Langgar Persaingan Usaha, KPPU Lakukan Penyelidikan

Whats New
Pemerintah Bakal Pangkas Subsidi Energi pada 2025? Ini Kata Sri Mulyani

Pemerintah Bakal Pangkas Subsidi Energi pada 2025? Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Simak, Ini Cara Ajukan Early Redemption Sukuk Tabungan ST010T2

Simak, Ini Cara Ajukan Early Redemption Sukuk Tabungan ST010T2

Whats New
Sekjen Kemenaker: Green Jobs Tak Bisa Dihindari dan Harus Jadi Prioritas

Sekjen Kemenaker: Green Jobs Tak Bisa Dihindari dan Harus Jadi Prioritas

Whats New
IHSG Berharap ke 'New Blue Chips', Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Berharap ke "New Blue Chips", Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Hasil Merger XL Axiata dan Smartfren Diproyeksi Akan Bernilai 3,5 Miliar Dollar AS

Hasil Merger XL Axiata dan Smartfren Diproyeksi Akan Bernilai 3,5 Miliar Dollar AS

Whats New
Ramai soal Aturan Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera, Ini Penjelasan BP Tapera

Ramai soal Aturan Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera, Ini Penjelasan BP Tapera

Whats New
Sampoerna Agro Tebar Dividen Rp 220 Miliar, Cek Jadwalnya

Sampoerna Agro Tebar Dividen Rp 220 Miliar, Cek Jadwalnya

Whats New
[POPULER MONEY] Jokowi Terbitkan Aturan Baru soal Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera | Pertamina Tertibkan Penjualan Eipiji 3 Kg

[POPULER MONEY] Jokowi Terbitkan Aturan Baru soal Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera | Pertamina Tertibkan Penjualan Eipiji 3 Kg

Whats New
Setoran Pajak Loyo, Pendapatan Negara Turun

Setoran Pajak Loyo, Pendapatan Negara Turun

Whats New
 Kemendag Sebut Rencana Kenaikan MinyaKita Sudah Pertimbangkan Daya Beli

Kemendag Sebut Rencana Kenaikan MinyaKita Sudah Pertimbangkan Daya Beli

Whats New
Kegiatan Ekonomi: Definisi, Jenis, dan Contohnya

Kegiatan Ekonomi: Definisi, Jenis, dan Contohnya

Earn Smart
Tarik Tunai lewat EDC BCA Akan Dikenakan Biaya Admin Mulai 5 Juli 2024

Tarik Tunai lewat EDC BCA Akan Dikenakan Biaya Admin Mulai 5 Juli 2024

Whats New
Tips agar Tidak Terjebak Investasi Ilegal

Tips agar Tidak Terjebak Investasi Ilegal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com