UKM Virtual Expo (UVO) 2021 Diharapkan Bisa Perluas Pasar Ekspor

Kompas.com - 16/02/2021, 19:19 WIB
Menkop Teten dalam  acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).  DOKUMENTASI HUMAS KEMENKOP UKMMenkop Teten dalam acara NGETEM X Lokal Heroes UKM (Ngopi Bareng Teten Masduki Bersama Finalis UKM Award dan Pahlawan Digital 2020) yang disiarkan secara virtual, Selasa (15/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, ajang UKM Virtual Expo (UVO) 2021 diharapkan dapat memperluas pasar ekspor produk UMKM hingga kemudian dapat membangkitkan perekonomian nasional.

“Penyelenggaraan UKM Virtual Expo di tengah pandemi Covid-19 ini sangat baik untuk mendorong agar omzet UMKM naik karena sekarang eranya digital,” ujar Teten saat menghadiri pembukaan UKM Virtual Expo (UVO) 2021 dengan tema ”Wonderfood UKM, Kudu Setrong Say No To Nglokro” secara daring, mengutip siaran resminya, Selasa (16/2/2021).

Teten menambahkan, Kementerian Koperasi dan UKM sangat mendukung penyelenggaraan UKM Virtual Expo 2021 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Jateng.

Baca juga: Kemenkop UKM Siapkan Sejumlah Stimulus untuk UMKM pada 2021

Teten berharap penyelenggaraan pameran virtual ini, bisa lebih sukses dibandingkan ajang serupa tahun lalu yang berhasil membantu pemasaran produk UKM ke seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Qatar, Hongkong, Macau, Belanda, Irak, Australia, Turki, dan India.

Saat ini, perekonomian Indonesia dan 220 negara di dunia masih dihadapkan dengan dampak pandemi Covid-19.

Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 minus 2,07 persen, turun jauh jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2019 yang ada di level 5,02 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Namun, kita harus terus optimistis karena UMKM adalah penggiat ekonomi yang paling handal, dapat tumbuh, bertahan, dan beradaptasi sangat cepat,” kata Teten.

Terkait potensi ekonomi Jawa Tengah, Teten mengatakan, nilai neraca perdagangan pada Oktober 2020 mengalami surplus sebesar 17,44 juta dollar AS yang dipicu oleh surplus sektor non-migas.

Baca juga: Kemenkop UKM Kembangkan Inkubasi Usaha Terintegrasi

Surplus menunjukkan sisi permintaan mengalami kenaikan sehingga meningkatkan produksi UMKM dan menciptakan lapangan kerja.

Menurut dia, produk makanan dan minuman merupakan salah satu sektor penyelamat UMKM.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.