Kompas.com - 17/02/2021, 16:02 WIB
Dokumentasi - Menteri Perdagangan Muhamad Luthfi, menyampaikan sambutan perpisahan di depan sejumlah pegawai Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin (13/10/2014). ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/mes/am. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/mes/am.Dokumentasi - Menteri Perdagangan Muhamad Luthfi, menyampaikan sambutan perpisahan di depan sejumlah pegawai Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin (13/10/2014). ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/mes/am.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan, masih sulitnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bisa menembus pasar global. Hal itu dikarenakan rumitnya perizinan hingga kualitas produk yang belum berdaya saing.

Dia mengatakan, persoalan ini diketahuinya bermula ketika seseorang menceritakan kisah saat menjadi pelaku UMKM di bidang exotic leather atau material kulit hewan. Bisnis itu gagal menembus pasar Korea Selatan dan menimbulkan kerugian besar.

Menurut Lutfi, usai dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada Desember 2020 lalu di Istana Negara, dirinya berkesempatan berbincang dengan orang tersebut yang sempat memiliki perusahaan berbentuk CV.

Baca juga: Menurut Pengusaha, Ini Sederet PR yang Harus Diselesaikan Mendag Lutfi

"Setelah saya selesai dilantik, saya lagi makan ngobrol sama pelayan, cerita tentang bagaimana susahnya mengekspor. CV-nya bangkrut karena tidak dibayar oleh pembelinya dari Korea. Jadi dia jualan exotic leather," ungkapnya dalam webinar Program Mencetak 500K Eksportir Baru, Rabu (17/2/2021).

"Jadi saya dengar dia enggak dibayar Rp 100 juta sama orang Korea itu. Menurut saya, itu terjadi karena adanya perbedaan kualitas, tidak sesuai yang dijanjikan sehingga orang Korea-nya menolak membayar. Begitu tidak dibayar, selesai," lanjut dia.

Lutfi mengatakan, berdasarkan pembicaraannya kala itu dapat diketahui bahwa sulitnya untuk mengurus perizinan menjadi perusahaan. Setelah itu, dihadapkan sulitnya untuk mencari pasar, dan ketika dapat dihadapkan pula untuk kepastian produk dibayar oleh klien.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, Lutfi ingin para pemangku kepentingan duduk bersama memecahkan permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM untuk bisa menembus pasar global.

"Dari cerita itu, di tempat saya jauh tungku dari api, jadi ini mesti kita perbaiki," katanya.

Dia pun mengajak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki untuk segera menggelar rapat bersama guna mendorong semakin banyaknya pelaku usaha Indonesia yang memasarkan produknya ke luar negeri.

"Minggu depan kita duduk sama-sama, supaya kita bongkar dulu masalahnya, kita kerjakan dengan kolaborasi sesuai sehingga bisa sesuai dengan permintaan pasar," pungkasnya.

Baca juga: Ini PR UMKM Menurut Menteri Teten

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.