Kemenko Marves Klaim Pelaut Mampu Tambah Devisa Negara hingga Rp 150 Triliun

Kompas.com - 17/02/2021, 19:03 WIB
Foto dirilis Jumat (23/10/2020), memperlihatkan Taruna AAL tingkat III angkatan ke-67 mengemudikan kapal saat berlayar di Samudera Hindia. Taruna calon pengawal samudera itu sejatinya akan digembleng menjadi pelaut handal dengan mengarungi lautan Nusantara yang tidak sepi dari ombak dan badai, dalam pelayaran selama 98 hari, menempuh jarak 9.910 mil laut. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATFoto dirilis Jumat (23/10/2020), memperlihatkan Taruna AAL tingkat III angkatan ke-67 mengemudikan kapal saat berlayar di Samudera Hindia. Taruna calon pengawal samudera itu sejatinya akan digembleng menjadi pelaut handal dengan mengarungi lautan Nusantara yang tidak sepi dari ombak dan badai, dalam pelayaran selama 98 hari, menempuh jarak 9.910 mil laut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Basilio Dias Araujo mengatakan, pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pekerja migran Indonesia (PMI).

Salah satunya awak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja sebagai pelaut.

Menurut dia, ABK ini mampu menambah devisa negara berkisar Rp 151,2 triliun dari pendapatan yang didapatkan.

Baca juga: Lewat Program Pengukuran Kapal Gratis, Kemenhub Terbitkan 73.348 Pas Kecil dan 124.393 Buku Pelaut

"Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Perhubungan, di mana pelaut kita tercatat sekitar 1,2 juta orang dan kebetulan para pelaut kita, terutama pelaut kapal niaga gajinya lumayan bagus di atas 500 dollar AS ke atas, bahkan sampai 3.000, 4.000, sampai 5.000 dollar AS," papar Basilio dalam konferensi pers virtual, Rabu (17/2/2021).

"Kalau kita melihat para pelaut ratings itu pendapatannya sekitar 750 dollar AS, dan kalau kita bikin rata-ratanya kapal niaga sama kapal ikan, kita kalikan angkanya dengan 1,2 juta orang, kemudian kita kalikan 12 bulan, maka sumbangan dari pekerja maritim kita atau pelaut adalah kira-kira Rp 150 triliun," lanjut dia.

Sementara, untuk penerimaan devisa PMI secara keseluruhan bisa mencapai Rp 750 triliun dengan total pekerja migran Indonesia sebanyak 9 juta tenaga kerja, berdasarkan data dari Bank Dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau angka ini dipakai, lalu kita perkirakan gaji mereka itu 500 dollar AS atau Rp 7 juta, kalau dikali 9 juta PMI, lalu kalau dikalikan 12 bulan, kita akan ketemu angka yang sangat fantastis yaitu Rp 750 triliun. Ini angka yang sangat besar hanya dari sektor PMI kita di luar negeri," ucap Basilio.

Di samping itu, potensi lain yang dapat mendatangkan devisa terbesar bagi negara adalah dari sektor perikanan.

Baca juga: Lebih Enak Buka Bisnis Sendiri atau Dengan Partner?

Menurut data Asosiasi Tuna Indonesia, para pelaut di sektor perikanan khusus untuk pasifik saja tiap tahunnya membutuhkan sekitar 200.000 pelaut.

Angka pelaut pada sektor perikanan wilayah Pasifik saja, kata Basilio, bisa menambah nilai devisa sebesar Rp 25,2 triliun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.