Belajar dari Kasus Fiki Naki-Dayana, Ini Pentingnya Brand Hindari "Settingan" Para Influencer

Kompas.com - 18/02/2021, 10:15 WIB
YouTuber Fiki Naki (kanan) berbincang dengan Dayana (18) asal Kazakhstan YouTube Fiki NakiYouTuber Fiki Naki (kanan) berbincang dengan Dayana (18) asal Kazakhstan

Rekayasa Brand Placement

Penempatan brand secara natural dalam peristiwa tersebut membuat kegiatan penggunaan jasa Shipper seolah-olah merupakan bagian kehidupan sehari-hari. Yuswohady menyebutnya seperti brand placement.

Konsep brand placement sudah ada sejak dahulu, yakni menempatkan brand melalui program media tertentu yang bertujuan meningkatkan visibilitas. Seperti dalam film James Bond yang selalu menggunakan mobil Aston Martin dalam setiap adegan.

"Ini kan kasusnya hampir sama seperti brand placement, jadi seolah-olah peristiwanya otentik, tapi brand-nya itu nyelip, kayak iklan terselebung," jelas dia.

Menurutnya, konsep iklan seperti itu adalah hal yang wajar. Sayangnya, tidak tepat bila dibarengi rekayasa peristiwa seperti yang dilakukan kedua influencer tersebut.

Yuswohady bilang, terkadang para brand manager mengambil pilihan berisiko tinggi, dengan melakukan rekayasa bersama influencer untuk mendapatkan eksposur yang tinggi. Di sisi lain, banyak pula influencer yang menerimanya karena bayaran cukup menguntungkan.

Baca juga: Hak Kekayaan Intelektual Penting untuk Brand Lokal

"High risk high return, kalau caranya berisiko tinggi tapi berhasil maka hasilnya akan sangat bagus. Tapi kalau ketahuan itu bisa fatal. Risikonya, reputasi brand hancur, terlihat seperti menipu karena tidak jujur," paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menilai, konsep iklan "setting-an" bersama influencer umumnya sangat dihindari oleh brand-brand kenamaan, yang sudah berusia lama dan memiliki pangsa pasar yang besar. Sebab, brand tersebut tahu sulitnya untuk membangun reputasi positif dan perlu menjaganya.

Bagaimanapun, membangun reputasi positif suatu brand butuh waktu yang lama, bertahun-tahun bahkan puluhan tahun. Tapi brand sangat rapuh (fragile), jika terkena satu kasus saja bisa langsung merusak reputasi yang sudah di bangun lama.

"Itu bisa jatuh betul-betul dan untuk mengembalikan lagi susah. Makannya dia (brand-brand besar) enggak berani main-main dengan ambil risiko tidak jujur, dan biasanya akan selektif dalam memilih influencer," ungkap Yuswohady.

Oleh sebab itu, ia menyarankan, untuk brand menghindari konsep iklan yang bersifat 'settingan' dengan influencer, karena risikonya sangat tinggi. Dia menekankan, penting untuk brand menjaga nyawanya yakni kredibilitas atau kejujuran.

"Kalau saya menganjurkan, janganlah brand itu berani main-main yang berisiko tinggi, yang bisa merusak reputasinya," tutupnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X