Keterwakilan Milenial dan Perempuan Jadi Pertimbangan Erick Thohir untuk Bos-bos BUMN

Kompas.com - 18/02/2021, 15:04 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).
DOK. Humas TelkomMenteri BUMN RI Erick Thohir (paling kanan) memberikan sambutan dalam acara soft launching kanal berita berbahasa Inggris SEA Today disaksikan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah (tengah), Direktur Consumer Service Telkom FM Venusiana R. (paling kiri) di Jakarta, Rabu (28/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah menjadikan keterwakilan dari generasi muda dan perempuan sebagai salah satu unsur penilaiannya terhadap kinerja para bos-bos perusahaan plat merah.

Bahkan, Erick menargetkan setiap BUMN harus memiliki komposisi 5 persen generasi milenial dan 15 persen porsi perempuan di jajaran direksinya.

“Ini bukan sekedar mendorong, bahkan saya menjadikan persentase keterwakilan generasi muda dan perempuan sebagai KPI (Key Performance Indicator) bagi para direksi BUMN dalam menjalankan target ini,” ujar Erick dalam sebuah webinar, Kamis (18/2/2021).

Baca juga: Diminta Erick Thohir Kembali ke Khitah, Ini Komentar 4 Bank BUMN

Mantan bos Inter Milan ini mengakui bahwa penerapan kebijakan ini membutuhkan proses.

Dia berharap, semua BUMN bisa segera menerapkan kebijakan tersebut.

“Langkah ini kemudian ditindaklanjuti dengan menata agar lingkungan kerja BUMN dapat menunjang karir pada generasi muda dan perempuan untuk berkembang menjadi pemimpin berkualitas tinggi dan mencapai jabatan puncak pada see level,” kata Erick.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagi Erick, generasi muda adalah mesin penggerak di era modern.

Baca juga: Profil Direksi LPI, Mantan Bankir hingga Direktur Keuangan BUMN

Atas dasar itu, diperlukan pemimpin-pemimpin muda dalam merancang produk dan solusi yang diberikan, serta dalam menentukan kebijakan perusahaan.

Sebab, di masa yang demikian dinamis dengan volatility, uncertainty, complexity, ambiguity ini menuntut setiap perusahaan dapat adaptif dan memiliki keunggulan kompetitif.

Dibutuhkan semangat ingin terus belajar, mudah beradaptasi dan selalu mencari terobosan.

“Setelah saya dapat amanah dari Bapak Presiden sebagai Menteri BUMN, dari berbagai legacy yang saya ingin wujudkan untuk kemajuan fundamental BUMN kini dan kelak adalah generasi muda, khususnya milenial berada di pimpinan puncak BUMN,” ungkap Erick.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.