Penukaran Uang Asing lewat Bank Mandiri Tembus 168 Juta Dollar AS

Kompas.com - 01/03/2021, 16:11 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. (Rafapress/SHUTTERSTOCK) Ilustrasi Bank Mandiri.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penukaran uang kertas asing (UKA/banknotes) mencapai 168 juta dollar AS sepanjang tahun 2020. Angkanya meningkat 273 persen dibanding tahun lalu.

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, peningkatan tak lepas dari usaha perseroan mengembangkan layanan yang dikenal sebagai Banknotes Interbank Center Agent (BICA) ini ke wilayah-wilayah utama Indonesia.

Penguatan layanan penukaran banknotes antar-bank di wilayah dilakukan dengan memanfaatkan unit pooling cash Bank Mandiri atau unit pengelola uang tunai yang saat ini telah hadir di di 25 kota.

Kota-kota tersebut antara lain Medan, Palembang, Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Surabaya, Jakarta, Banjarmasin, Pontianak, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Manado, dan Mataram.

Baca juga: AirAsia Parkir 200 Pesawat, Tony Fernandes Penuhi Ajakan Sandiaga Uno

“Keberadaan unit pooling cash di wilayah semakin mendekatkan bank-bank di wilayah dengan pasokan UKA yang aman dan terjamin keasliannya sehingga dapat membantu memangkas biaya pengangkutan UKA," kata Panji dalam siaran pers, Senin (1/3/2021).

Kenaikan transaksi BICA Bank Mandiri pada tahun lalu juga ditopang oleh kemampuan dalam memenuhi berbagai kebutuhan mata uang asing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini, BICA Bank Mandiri melayani transaksi pembelian atau penjualan 13 mata uang asing utama.

Mata uang asing tersebut meliputi Dollar Australia (AUD), Dollar Canada (CAD), Franc Swiss (CHF), Euro (EUR), Poundsterling Inggris (GBP), Dollar Hong Kong (HKD), Yen Jepang (JPY), Ringgit Malaysia (MYR), New Zealand Dollar (NZD), Yuan China (CNY), Riyal Saudi Arabia (SAR), Dollar Singapura (SGD), dan Dollar Amerika (USD).

Lalu, jasa penukaran uang Bank Mandiri didukung oleh lisensi ekspor impor UKA yang dimiliki. Kepemilikan lisensi ini menjadi sangat esensial, terutama pada saat kebutuhan valas di dalam negeri sangat tinggi Untuk kebutuhan retail dan sektor pariwisata.

"Dengan lisensi ini, BICA memiliki sumber pasokan UKA lain di luar hasil transaksi pembelian dari pasar domestik, yaitu dari pasar keuangan regional, seperti Singapura dan Hongkong,” papar Panji.

Baca juga: Bersengketa dengan Perusahaan Jerman, PT PAL Terancam Kehilangan Gedung

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.