Curah Hujan Tinggi, Luas Panen Padi Turun 20.610 Hektar

Kompas.com - 01/03/2021, 15:31 WIB
Ilustrasi padi di subak Jatiluwih, Bali. SHUTTERSTOCK/ROBERT HAANDRIKMANIlustrasi padi di subak Jatiluwih, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi luas panen padi pada 2020 mencapai 10,66 juta hektar. Angka itu turun 20.610 hektar dibandingkan dengan realiasi di 2019 yang sebesar 10,68 juta hektar.

"Jadi penurunannya tipis sekali, hanya sebesar 0,19 persen," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, penurunan tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan pada awal musim tanam di 2020. Hal itu terlihat dari turunnya luas panen di bulan Februari dan Maret yang cukup signifikan.

Pada Februari 2020 luas panen mencapai 470.000 hektar, lebih rendah dari realiasi Februari 2019 yang seluas 730.000 hektar. Lalu pada Maret 2020, luas panen mencapai 1,19 juta hektar, jauh di bawah panen pada Maret 2019 yang seluas 1,72 juta hektar.

"Karena waktu itu ada curah hujan yang cukup tinggi sehingga berdampak pada pertanaman padi," imbuh dia.

Baca juga: Pariwisata Masih Lesu, Kunjungan Wisatawan Asing Merosot 89,5 Persen

Adapun puncak panen padi pada 2020 mengalami pergeseran dibanding 2019. Pada tahun lalu, puncak panen terjadi pada bulan April, sebesar 1,86 juta hektar, sementara puncak panen pada 2019 terjadi di bulan Maret sebesar 1,72 juta hektar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati mengalami penurunan luas panen, namun produksi tahun lalu cenderung naik. Tercermin dari produksi gabah kering giling (GKG) yang sebesar 54,65 juta ton, lebih tinggi 45.170 ton atau 0,08 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 54,60 juta ton.

Jika dilihat menurut subround atau musimnya, kenaikan produksi padi terjadi pada Mei-Agustus sebesar 1,14 juta ton GKG atau 6,04 persen dan September-Desember 2020 sebesar 2,68 juta ton GKG atau 22,54 persen, dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Kenaikan produksi tersebut disumbang oleh kenaikan luas panen yang terjadi pada subround Mei-Agustus sebesar 208.330 hektar atau 5,29 persen. Serta pada September-Desember yang sebesar 478.590 hektar atau naik 21,82 persen.

"Meski luas panen turun tipis tapi produksinya naik tipis karena adanya kenaikan produktivitas di beberapa provinsi," pungkas Suhariyanto.

Baca juga: Kata Ekonom, Ini Manfaat Perpres Pelegalan Investasi Minol



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X