Kompas.com - 01/03/2021, 16:37 WIB
Ilustrasi rumah Dok. Kementerian PUPRIlustrasi rumah
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali memberikan insentif untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang tertekan akibat pandemi Covid-19.

Sri Mulyani kali ini memberikan keringanan berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pembelian rumah baik tapak maupun susun dengan nilai maksimal Rp 2 miliar ditanggung pemerintah.

Artinya, pembelian rumah dengan nilai maksimal Rp 2 miliar dibebaskan dari membayar PPN. Selain itu, untuk rumah dengan harga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar diberi diskon PPN 50 persen.

Aturan tersebut berlaku efektif selama enam bulan, mulai hari ini atau 1 Maret 2021 hingga 31 Agustus 2021.

Baca juga: Relaksasi PPnBM Mobil Berlaku Hari Ini, Saham-saham Otomotif Menguat

"Jadi tujuannya adalah untuk stimulus orang untuk segera membuat keputusan pembelian rumah baik tapak dan rusun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/3/2021).

Bendahara Negara itu menjelaskan, insentif tersebut hanya diberikan terhadap pembelian rumah yang sudah harus diserahkan secara fiisik pada periode pemberian insentif.

Artinya, harus berupa rumah baru yang sudah tersedia di pasar.

"Jadi betul-betul rumah baru, yang merupakan rumah tapak atau rumah susun yang sudah selesai dan siap huni," jelas Sri Mulyani.

Selain itu, insentif juga hanya akan diberikan maksimal satu unit rumah baik tapak maupun susun untuk satu orang. Selain itu, rumah tersebut tidak boleh dijual kembali dalam jangka waktu satu tahun.

"Jadi ini pure untuk demand side, untuk mendukung dari sisi sektor properti di bawah Rp 5 miliar," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: DP KPR Rumah Nol Rupiah Berlaku Hari Ini, Simak Ketentuannya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X