Luhut Sebut Nilai Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh hingga Double Digit

Kompas.com - 08/03/2021, 14:50 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi salah satu tenant pameran Beli Kreatif Produk Danau Toba yang juga dihelat di Serpong, Tangerang, Sabtu (20/2/2021) Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi salah satu tenant pameran Beli Kreatif Produk Danau Toba yang juga dihelat di Serpong, Tangerang, Sabtu (20/2/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sektor ekonomi digital adalah salah satu sektor yang meraih keuntungan di masa pandemi Covid-19.

Indonesia memiliki nilai ekonomi digital yang sudah berkembang hingga double digit dan menempatkan posisi di atas negara-negara ASEAN, seperti Malaysia dan Singapura.

"Berdasarkan data yang ada, kawasan Asia Tenggara, ekonomi digitalnya berkembang dengan nilai growth dan marchandaise value sebesar 105 miliar dollar AS atau naik 5 persen. Di Indonesia sendiri, memiliki nilai ekonomi digital yang sudah berkembang hingga double digit," ujar Luhut dalam acara peluncuran Belajar Digital Bareng Microsoft dan Bukalapak yang disiarkan secara virtual, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Luhut: Jangan Semua Impor

Menurut Luhut, pertumbuhan ini tidak terlepas dari adanya pertumbuhan investasi sektor digital Indonesia.

Ia menyebutkan, berdasarkan data dari BKPM, sektor investasi yang berasal dari sektor transportasi hingga telekomunikasi mencatatkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 3,6 miliar dollar AS dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 93,2 triliun dollar AS.

"Ini juga disumbangkan oleh beberapa startup seperti Bukalapak dengan kontribusi investasi dalam ekonomi domestik sebesar 31,9 persen terhadap Produk Domestik Brutoa (PDB). Ini juga tidak hanya mendorong perekonomian ekonomi digital, namun juga menjadi kunci pemulihan perekonomian nasional," ungkap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan laporan global startup tahun 2020, Indonesia menempati posisi pertama berdasarkan nilai ekosistem dengan nilai 26,3 miliar dollar AS dan nilai pendanaan tahap awal sebesar 849, 5 juta dollar AS.

Oleh sebab itu, Luhut menekankan agar hubungan baik antar pemerintah dengan pihak swasta, serta seluruh stakeholder terkait harus dijalin dengan baik dan mendorong adanya berbagai kolaborasi.

Baca juga: Luhut Sebut Mangrove Bisa Tingkatkan Pendapatan Negara, Begini Caranya

"Baik dengan antar B2B harus didorong kerjasamanya demi membuat ekonomi digital kita terus berkembang," ucap dia.

Luhut berharap dengan adanya kolaborasi juga bisa menciptakan multi-effect yang positif sehingga bisa memberikan dampak sosial ekonomi yang baik bagi masyarakat.

"Saya optimistis perbaikan ekonomi digital indoensia akan terus diperbaiki dan terus berjalan ke arah yang lebih baik lagi," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.