Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Diangkat Jadi Komisaris Bank Mandiri, Yusuf Ateh Berhenti dari Komisaris PLN

Kompas.com - 15/03/2021, 20:50 WIB
Akhdi Martin Pratama,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Muhammad Yusuf Ateh otomatis telah diberhentikan dari jabatan Komisaris PT PLN setelah ditunjuk menjadi Komisaris di PT Bank Mandiri.

“Hal ini dikarenakan sesuai peraturan menteri di BUMN bahwa tidak boleh rangkap jabatan. Jadi beliau itu otomatis tidak lagi menjadi komisaris di PLN,” ujar Arya, Senin (15/3/2021).

Arya pun menjelaskan alasan penunjukan Muhammad Yusuf Ateh menjadi Komisaris di Bank Mandiri.

Baca juga: Profil Komisaris KAI: Kiai NU, Konsultan Pilpres, hingga Kakak Tito

Menurut Arya, sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Yusuf Ateh dianggap mampu mengawasi kinerja Bank Mandiri.

“Beliau memiliki kemampuan untuk mengawasi jalannya Bank Mandiri lebih baik lagi.

Ini yang kami harapkan dari bapak Yusuf Ateh, sehingga nantinya Bank Mandiri ini akan semakin mematuhi GCG,” kata juru bicara Erick Thohir itu.

Sebelumnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengangkat dua orang pengurus perseroan menjadi direktur dan komisaris.

Bank bersandi saham BMRI ini mengangkat Timothy Utama sebagai Direktur Teknologi Informasi menggantikan Rico Usthavia Frans yang telah habis masa jabatannya.

Baca juga: Sah, Wishnutama Diangkat Jadi Komisaris Utama Telkomsel

Sebelumnya, Timothy Utama merupakan Managing Director, Head of Operations and Technology Citibank.

Lalu, Bank Mandiri juga mengangkat Muhammad Yusuf Ateh sebagai komisaris.

Pria yang menggantikan Ardan Adiperdana ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

2 Cara Cek Mutasi Rekening BCA lewat HP

2 Cara Cek Mutasi Rekening BCA lewat HP

Spend Smart
Hingga April 2024, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 20,16 Juta

Hingga April 2024, Jumlah Investor Kripto di Indonesia Tembus 20,16 Juta

Whats New
KA Banyubiru Layani Penumpang di Stasiun Telawa Boyolali Mulai 1 Juni 2024

KA Banyubiru Layani Penumpang di Stasiun Telawa Boyolali Mulai 1 Juni 2024

Whats New
Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Ekonom: Iuran Tapera Tak Bisa Disamakan Dengan BPJS

Whats New
Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Pertamina-Medco Tambah Aliran Gas ke Kilang LNG Mini Pertama di RI

Whats New
Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Strategi Industri Asuransi Tetap Bertahan saat Jumlah Klaim Kian Meningkat

Whats New
Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Baru Sebulan Diangkat, Komisaris Independen Bank Raya Mundur

Whats New
Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Makin Efektif dan Efisien Berkat Inovasi Teknologi

Whats New
CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

CEO Singapore Airlines Ucapkan Terima Kasih ke Staf Usai Insiden Turbulensi

Whats New
BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

BTN-Kadin Garap Pembiayaan 31 Kawasan Industri di Jabar

Whats New
Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Pembiayaan Baru BNI Finance Rp 1,49 Triliun pada Kuartal I 2024, Naik 433 Persen

Whats New
Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Asosiasi Pekerja Tolak Pemotongan Gaji untuk Iuran Tapera

Whats New
TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

TRON Hadirkan Kendaraan Listrik Roda Tiga untuk Kebutuhan Bisnis dan Logistik

Whats New
Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Asosiasi: Permendag 8/2024 Bikin RI Kebanjiran Produk Garmen dan Tekstil Jadi

Whats New
Dewan Periklanan Indonesia: RPP Kesehatan Bisa Picu PHK di Industri Kreatif dan Media

Dewan Periklanan Indonesia: RPP Kesehatan Bisa Picu PHK di Industri Kreatif dan Media

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com