Kompas.com - 16/03/2021, 10:12 WIB
Daging sapi di Pasar Slipi, Kamis (4/3/2021). Kompas.com/Sonya Teresa Daging sapi di Pasar Slipi, Kamis (4/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memperkirakan, harga daging sapi akan meningkat jelang puasa hingga Lebaran mendatang.

Kenaikan ini sebagai imbas dari tingginya harga sapi di Australia.

Stok sapi di negara tersebut sedang terganggu karena kebijakan regenerasi populasi sapi, setelah terjadinya kebakaran hutan ekstrem pada 2019 lalu.

Baca juga: Harga Cabai Melonjak, Ini Penjelasan Mendag Lutfi

Adapun Indonesia merupakan importir sapi terbesar dari Australia.

“Harga ini (daging sapi) akan naik, tetapi mudah-mudahan dengan persiapan Kemendag kenaikan itu bisa lebih dijangkau, karena memang situasi dunia yang tidak menentu,” ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin (15/3/2021).

Berdasarkan pantauan Kementerian Perdagangan, harga daging sapi paha belakang per 12 Maret 2021 sebesar Rp 122.246 per kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harga itu naik 0,96 persen dibandingkan 11 Februari 2021 yang sebesar Rp 121.072 per kilogram.

Begitu pula jika dilihat tren harga daging sapi secara harian yang menunjukkan kenaikan.

Baca juga: Sudah Impor 680.000 Ton, Mendag Janji Harga Gula Stabil saat Lebaran

Pada 10 Maret 2021 harga daging sapi masih sebesar Rp 121.918 per kilogram.

Lutfi mengatakan, pemerintah mengupayakan agar kenaikan harga daging sapi tidak signifikan, mengingat permintaan akan meningkat pada Ramadhan dan Lebaran.

Salah satunya dengan melakukan impor daging sapi dan kerbau sebanyak 100.000 ton, terdiri dari India 80.000 ton dan Brasil sebesar 20.000 ton.

Ini sebagai sumber impor baru guna stabilisasi harga.

"Yang sudah diimpor adalah daging kerbau dari India 80.000 ton, itu ditugaskan Kementerian BUMN kepada Bulog. Lalu 20.000 ton dari Brasil kepada Berdikari. Ini tidak ada penugasan untuk RNI," jelas dia.

Baca juga: Mendag Khawatir Harga Cabai Rawit Merah Anjlok Saat Lebaran

Menurut Lutfi, penugasan impor daging kerbau dan sapi itu untuk memastikan ketersediaan di Pulau Jawa, terutama Jakarta dan di Pulau Sumatera, seperti Aceh.

Sebab, konsumsi daging di wilayah tersebut umumnya meningkat ketika puasa dan Lebaran.

Lutfi menambahkan, pemerintah juga berupaya mendorong ketersediaan sapi lokal.

Beberapa stok sapi dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat akan digeser ke sejumlah wilayah Indonesia.

"Mudah-mudahan dengan adanya penugasan impor daging kerbau dan sapi dari India dan Brasil, ditambah mobilisasi daripada stok nasional, ini bisa tercukupi,” pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.