Sri Mulyani: Kita Sibuk Promosikan Indonesia ke Investor, tetapi Begitu Datang Sangat Mumet

Kompas.com - 18/03/2021, 18:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan keluhan para investor yang melakukan investasi di Indonesia.

Ia mengatakan, rumitnya proses perizinan dan regulasi bisnis serta penanaman usaha di Indonesia masih menjadi salah satu hal yang membuat para investor enggan menanamkan modalnya di Indonesia.

Padahal di sisi lain, Indonesia saat ini sedang gencar melakukan promosi untuk mendatangkan investor ke dalam negeri.

Baca juga: Sering Dinantikan Investor, Apa Itu Dividen?

"Pak Menko Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Pandjaitan) terus ke mana-mana mempromosikan Indonesia, tapi kalau tidak dibenahi ya sama saja. Investor senang, the story looks so good. It sounds promising, sounds excellent, but begitu datang ke Indonesia kok it's so mumet atau pusing," ujar Sri Mulyani dalam peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang ditayangkan secara virtual, Kamis (18/3/2021).

Ia mengatakan, pemerintah saat ini tengah memperbaiki iklim investasi dengan melakukan reformasi di beberapa aspek perekonomian, salah satunya di bidang logistik.

Sebab, ongkos logistik di Indonesia termasuk tinggi.

Sri Mulyani mengatakan, Indonesia mengeluarkan 23,5 persen dari porsi perekonomiannya untuk biaya logistik.

Sementara bila dibandingkan dengan negara tetangga, nilai ongkos perekonomian tersebut terpaut selisih 10 persen.

Baca juga: Mentan Sebut Harga Cabai Rawit Merah Bakal Turun di Bulan Puasa dan Lebaran

Ia mengatakan, Malaysia mengeluarkan 13 persen dari perekonomian mereka untuk biaya logisitik.

"Maka kita tahu kalau perusahaan beriperasi di sini, itu 10 persen kalah kompoetisi hanya karena dari biaya logistik," jelas Sri Mulyani.

Ia pun mengatakan, bila Indonesia ingin menjadi negara maju, salah satu hal yang harus diperbaiki adalah sistem logistik.

Untuk itu, pemerintah menerapkan sistem logistik nasional atau national logistic system (NLE) yang akan mengintegrasikan seluruh proses logistik di Indonesia bahkan dengan sistem logsitik internasional.

Pemerintah menargetkan NLE tahun ini dapat mengintegrasikan delapan pelabuhan besar Indonesia, yakni Pelabuhan Batam, Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Mas Semarang, Pelabuhan Patimban, Tanjung Perak Surabaya, Kuala Tanjung Medan, hingga Sulawesi dan Makassar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Pasca Lebaran Bakal Hijau? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Pasca Lebaran Bakal Hijau? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
'Keputusan Pak Erick untuk Mengganti Semua Direksi Diharapkan agar Ada Evaluasi Besar...'

"Keputusan Pak Erick untuk Mengganti Semua Direksi Diharapkan agar Ada Evaluasi Besar..."

Whats New
Lebaran Bisa Jadi Momentum Indonesia Keluar dari Jurang Resesi

Lebaran Bisa Jadi Momentum Indonesia Keluar dari Jurang Resesi

Whats New
Kasus Antigen Bekas, Erick Thohir Murka hingga Pegawai dan Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat

Kasus Antigen Bekas, Erick Thohir Murka hingga Pegawai dan Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat

Whats New
Bitcoin hingga Dogecoin Terjun Bebas, Ini 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan

Bitcoin hingga Dogecoin Terjun Bebas, Ini 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan

Earn Smart
[POPULER MONEY] Erick Thohir Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika | Sanksi bagi Leasing yang Asal Tarik

[POPULER MONEY] Erick Thohir Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika | Sanksi bagi Leasing yang Asal Tarik

Whats New
Hindari Penumpukan di Bakauheni, Menhub Minta Masyarakat Tes Antigen Mandiri

Hindari Penumpukan di Bakauheni, Menhub Minta Masyarakat Tes Antigen Mandiri

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X