Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UEA Bakal Gelontorkan Rp 143,9 Triliun ke Indonesia, untuk Apa?

Kompas.com - 24/03/2021, 07:31 WIB
Mutia Fauzia,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

ABU DHABI, KOMPAS.com - Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan bakal melakukan investasi sebesar 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 143,9 triliun (kurs Rp 14.390) kepada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

Dilansir dari Emirates News Agency, Rabu (24/3/2021), keputusan tersebut merupakan arahan dari Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed.

Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan beberapa sektor strategis di Indonesia, termasuk di dalamnya adalah infrastruktur, pembangunan jalan, pelabuhan, pariwisata, pertanian, dan beberapa sektor menjanjikan lain yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan.

Selain itu, investasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan serta pengembangan sosial ekonomi.

Sebelumnya, pada bulan lalu Presiden Joko Widodo telah mengumumkan jajaran direksi serta jajaran dewan pengawas dari INA. Pembentukan INA sendiri didasarkan pada Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan pada tahun 2020 lalu.

Baca juga: Erick Thohir dan Luhut Rayu Investor dari UEA dan Arab Saudi

Pemerintah UEA menilai pembentukan INA merupakan titik bagi pemerintahan dan pembangunan dari sistem investasi di Indonesia.

Lembaga pengelola dana abadi tersebut bertujuan untuk menerapkan proyek-proyek strategis yang mendorong pembangunan nasional. termasuk di dalamnya pembangunan infrastruktur untuk ibu kota baru di Kalimantan.

Indonesia dan UEA dinilai memiliki ikatan politik, ekonomi, serta kultural yang kuat. Hubungan diplomasi di antara keduanya dimulai pada tahun 1976, dengan pembangunan kedutaan Indonesia di Abu Dhabi pada tahun 1978. Sementara itu, kedutaan UEA di Jakarta diresmikan pada tahun 1991.

Presiden Joko Widodo sendiri sempat melakukan kunjungan kenegaraan ke UEA pada tahun 2015, dan kunjungan balasan dari Mohamed bin Zayed pada Juli 2019. Kedua negara juga telah menandatangani beberapa kesepakatan kerja sama.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sempat menyebutkan, sejumlah lembaga keuangan internasional sudah menunjukan ketertarikan untuk menempatkan dananya di INA.

Ia bahkan menyebutkan, lembaga-lembaga tersebut sudah mengirimkan surat minat investasi atau letter of intent (LoI) untuk mengguyur LPI, dengan total potensi dana sebesar 9,5 miliar dollar AS atau setara Rp 133 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dollar AS).

"Akumulasi LoI mencapai 9,5 miliar dollar AS," katanya dalam gelaran Indonesia Economic Outlook 2021, Senin (8/2/2021).

Lebih lanjut Airlangga mengatakan, sejumlah lembaga yang telah mengirimkan LoI ialah, nited States International Development Finance Corporation (US DFC), Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Caisse de depot et placement du Wuebec (CDBQ)-Canda, dan perusahaan pengelolaan aset asal Belanda yakni APG-Netherland.

Baca juga: Pertamina Impor Elpiji dari Perusahaan Migas UEA

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

PT Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1-S2, Simak Persyaratannya

Work Smart
Mengenal 2 Jenis Bias Psikologis dalam Investasi dan Cara Menghadapinya

Mengenal 2 Jenis Bias Psikologis dalam Investasi dan Cara Menghadapinya

Earn Smart
Target Rasio Utang Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Target Rasio Utang Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran

Whats New
Berantas Judi Online, Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Berantas Judi Online, Menkominfo Ancam X, Google, hingga Meta Denda Rp 500 Juta

Whats New
Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Kurangi Emisi GRK, MedcoEnergi Tingkatkan Penggunaan Listrik PLN di Blok Migasnya

Whats New
Kominfo Telah Putus Akses 1,91 Juta Konten Judi Online Sejak 2023

Kominfo Telah Putus Akses 1,91 Juta Konten Judi Online Sejak 2023

Whats New
Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Elon Musk Sebut AI Bakal Ambil Alih Semua Pekerjaan Manusia

Whats New
Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Tips Bikin CV yang Menarik agar Dilirik HRD

Whats New
Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Ini Jadwal Operasional BCA Selama Cuti Bersama Waisak 2024

Whats New
Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Penyaluran Kredit Bank Neo Commerce Turun 13,8 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

5 Saham Ini Cum Date Dividen Pekan Depan, Cek Jadwal Lengkapnya

Whats New
Strategi 'Turnaround' Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Strategi "Turnaround" Ubah Rugi Jadi Laba Berhasil, Angela Simatupang Kembali Pimpin IIA Indonesia hingga 2027

Whats New
Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 24 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Jumat 24 Mei 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru pada Jumat 24 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Harga Bahan Pokok Jumat 24 Mei 2024, Semua Bahan Pokok Naik, Kecuali Cabai Merah Keriting

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com