Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wapres soal Wakaf Uang: Yang Penting Bukan Fisiknya, tapi Manfaatnya

Kompas.com - 24/03/2021, 10:34 WIB
Fika Nurul Ulya,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin masyarakat memahami lebih jauh soal wakaf uang yang masih dianggap tabu oleh sebagian besar orang.

Sebagai informasi, masyarakat masih memahami wakaf sebagai pemberian benda tidak bergerak berupa tanah hingga bangunan. Padahal wakaf benda bergerak termasuk uang dan surat berharga sudah difatwakan MUI dan diatur Undang-Undang.

Memang kata Ma'ruf, mengubah persepsi masyarakat mengenai wakaf uang merupakan pekerjaan besar. Ia menilai masalah wakaf uang termasuk masalah baru karena masalah ini belum ada sebelumnya (masaa'il jadidah dan masaa'il mustajaddah).

"Uang itu bisa dijaga keutuhannya karena uang sekarang dalam bentuk benda dan bisa dikembangkan. Sama halnya seperti wakaf yang berubah karena daerah wakaf diubah menjadi pelabuhan, dan lain-lain. Bendanya hilang, tapi diganti. Jadi yang penting bukan fisiknya, tapi manfaatnya," kata Ma'ruf dalam Indonesia Data and Economic Conference Katadata, Rabu (24/3/2021).

Ma'ruf menyebut, nilai wakaf uang terhimpun yang diinvestasikan di berbagai portofolio yang aman namun menguntungkan. Manajer Investasinya pun dipilih yang memahami betul tentang wakaf. Nilai wakaf uang tidak boleh hilang, berkurang, justru harus menguntungkan

Pemerintah dalam hal ini hanya memfasilitasi di bawah koordinasi Badan Wakaf Indonesia (BWI). Adapun peruntukkannya akan disesuaikan dengan pemberi wakaf, dengan nadzir yang telah ditetapkan berhak menerima wakaf tersebut.

Baca juga: Luhut Puas Hasil Panen Perdana Food Estate Humbahas

"Hasilnya digunakan nadzir sesuai niat pemberi wakaf. Untuk apa? Bisa untuk pendidikan, pengembangan ekonomi masyarakat, beasiswa, dan banyak bentuknya," ucap Ma'ruf.

Ma'ruf mengungkap, pemerintah harus turun tangan memfasilitasi wakaf karena masyarakat masih belum menyadari potensi wakaf dari negara berpendudukan muslim terbesar di dunia ini.

Dia lalu mengibaratkannya seperti keledai yang membawa beban makanan di punggungnya. Namun ketika kedelai lapar, makanan di punggungnya tak bisa dimakan.

"Dia punya potensi tapi tidak menyadari potensi ini," tutur Ma'ruf.

Lebih lanjut kata Ma'ruf, Bank Syariah Indonesia yang baru saja bergabung dari 3 bank syariah BUMN besar bisa berpartisipasi dalam wakaf uang.

Bank syariah terbesar di Indonesia ini memang berencana bersaing dengan berbagai bank syariah besar di ranah global, seperti Islamic Bank of Britania, Inggris, hingga Dubai Islamic Bank.

"Kita berlomba menjadi bank berskala besar ke depannya kalau ingin menjadi pusat keuangan syariah di dunia," pungkasnya.

Baca juga: Muncul Wacana Tax Amnesty Jilid II, Ini Kata Sri Mulyani

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Asosiasi Soroti Aturan Impor yang Berubah-ubah dan Dampaknya ke Industri Dalam Negeri

Asosiasi Soroti Aturan Impor yang Berubah-ubah dan Dampaknya ke Industri Dalam Negeri

Whats New
23,7 Persen Investor Kripto dari Kalangan Mahasiswa, PINTU Gelar Edukasi di Unair

23,7 Persen Investor Kripto dari Kalangan Mahasiswa, PINTU Gelar Edukasi di Unair

Whats New
Kredit Perbankan Tumbuh ke Level Tertinggi dalam 5 Tahun

Kredit Perbankan Tumbuh ke Level Tertinggi dalam 5 Tahun

Whats New
Danone Indonesia Dukung Pengelolaan Air Berkelanjutan

Danone Indonesia Dukung Pengelolaan Air Berkelanjutan

Whats New
Cara Tarik Tunai dengan QRIS

Cara Tarik Tunai dengan QRIS

Work Smart
Bantu Organisasi Makin Efisien di Era Digital, Platform Digital SoFund Kembangkan Fitur Andal

Bantu Organisasi Makin Efisien di Era Digital, Platform Digital SoFund Kembangkan Fitur Andal

Whats New
Bank Jago Angkat Supranoto Prajogo jadi Direktur

Bank Jago Angkat Supranoto Prajogo jadi Direktur

Whats New
Citi Indonesia 'Ramal' The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga Acuan hingga Satu Persen Sepanjang 2024

Citi Indonesia "Ramal" The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga Acuan hingga Satu Persen Sepanjang 2024

Whats New
Gandeng UGM, Kementan Berikan Bantuan Benih Padi Varietas Gamagora 7 di Sisipan Lahan Perkebunan

Gandeng UGM, Kementan Berikan Bantuan Benih Padi Varietas Gamagora 7 di Sisipan Lahan Perkebunan

Whats New
Tips Hindari Pembobolan Rekening lewat Nomor HP yang Sudah Hangus

Tips Hindari Pembobolan Rekening lewat Nomor HP yang Sudah Hangus

Whats New
Bersama Kementerian BUMN, Bank Mandiri Gelar Program Mandiri Sahabat Desa di Morowali

Bersama Kementerian BUMN, Bank Mandiri Gelar Program Mandiri Sahabat Desa di Morowali

Whats New
Sambangi Paris, Erick Thohir Bertemu Presiden Perancis dan Presiden FIFA

Sambangi Paris, Erick Thohir Bertemu Presiden Perancis dan Presiden FIFA

Whats New
Buka Kantor Baru, Sucofindo Sasar Pasar Perusahaan Tambang di Sulteng

Buka Kantor Baru, Sucofindo Sasar Pasar Perusahaan Tambang di Sulteng

Whats New
Anak Usaha Pertamina Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1, Usia 35 Tahun Bisa Daftar

Anak Usaha Pertamina Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1, Usia 35 Tahun Bisa Daftar

Work Smart
Garuda Indonesia Angkat Mantan KSAU Fadjar Prasetyo Jadi Komisaris Utama

Garuda Indonesia Angkat Mantan KSAU Fadjar Prasetyo Jadi Komisaris Utama

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com