Ada Isu Transparansi Program PEN, Sri Mulyani: Kami Sangat Transparan

Kompas.com - 26/03/2021, 08:12 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan paparan dalam rapat kerja perecepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/2/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAMenteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan paparan dalam rapat kerja perecepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/2/2020).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan selalu transparan mengelola dana dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bendahara negara itu menyebut, pihaknya selalu menyampaikan perkembangan dana dan realisasi program PEN setiap bulan, baik kepada kementerian/lembaga terkait maupun dalam konferensi pers.

"Jadi kalau ada isu terkait transparansi, sangat transparan," kata Sri Mulyani dalam acara Temu Stakeholder untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (25/3/2020).

Baca juga: Sri Mulyani Waspadai Gelombang Ketiga Penularan Covid-19 di Eropa dan Risiko Pembatasan Suplai Vaksin

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan, laporan realisasi program PEN yang diadakan setiap bulan itu menjelaskan komponen besaran anggaran dalam beberapa sektor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun dalam program, terdapat 5 sektor yang didukung pemerintah, antara lain perlindungan sosial dengan anggaran mencapai Rp 157,41 triliun, kesehatan Rp 176,30 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp 184,83 triliun, program prioritas Rp 122,42 triliun, dan insentif usaha Rp 58,46 triliun.

"Kita selalu mengatakan komponen kesehatan apa saja, untuk tenaga kesehatan berapa, vaksin berapa, 3T berapa. Untuk Perlindungan sosial sekian, BLT sekian," papar Sri Mulyani.

Dari sisi akuntabilitas, pihaknya selalu bertanya realisasi program PEN kepada kementerian yang melaksanakan program tersebut.

Pun bertanya alasannya jika realisasi program tidak sesuai yang diharapkannya.

Baca juga: 16 Juta Dosis Vaksin Sinovac Datang Lagi, Sri Mulyani: Menambah Confidence Jumlah Vaksinasi di Berbagai Daerah

"Kenapa program yang harusnya sudah dicairkan belum dicairkan? Kenapa ada feedback tenaga kesehatan belum terima insentif padahal anggarannya ada? Masalahnya ada di mana?" papar Sri Mulyani.

Wanita yang akrab disapa Ani ini juga melacak manfaat dari insentif yang digulirkan.

Di sisi lain, pihaknya berinteraksi dengan asosiasi dan dunia usaha untuk membahas dorongan apa lagi yang dibutuhkan.

Sebab dia tahu, setiap sektor membutuhkan rumus dan perlindungan yang berbeda.

"Di Kementerian Keuangan, kami ada mekanisme mingguan, begitu juga dengan Kemenko Perekonomian sehingga langsung mendapatkan feedback. kemarin PPnBM cuma sampai 1500 cc, padahal yang di atasnya juga pengin beli. Kita langsung lakukan kira-kira berapa yang dibutuhkan dan akan segera ubah PMK-nya," pungkas Ani.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Work Smart
Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.