22 Perusahaan Masuk dalam Pipeline BEI, 5 Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Kompas.com - 31/03/2021, 19:11 WIB
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020). ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKaryawan melintas di dekat layar pergerakan saham saat merebaknya wabah Covid-19 di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (28/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampai dengan tanggal 30 Maret 2021 terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dari sektor consumer cyclicals terdapat 6 perusahaan. Kemudian, dari sektor basic material, properti dan real estate, dan teknologi masing-masing 3 perusahaan.

Selanjutnya, dari sektor energy, industrial, dan consumer non cyclicals masing-masing 3 perusahaan, dan 1 perusahaan dari sektor infrastruktur.

“Setidaknya terdapat 2 perusahaan yang kami harapkan akan tercatat pada waktu dekat ini,” jelas dia.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bakal Kurangi Investasi Saham dan Reksa Dana, Ini Respons BEI

Berdasarkan ukuran skala aset sebagaimana diatur di POJK 53 tahun 2019, dari 22 perusahaan yang masuk dalam pipeline, 5 perusahaan memiliki aset skala besar atau di atas Rp 250 miliar, 7 perusahaan memiliki aset skala kecil di bawah Rp 50 miliar, dan 10 perusahaan lagi memiliki aset skala menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Namun demikian, Nyoman menegaskan dari 22 perusahaan dalam pipeline tersebut belum ada yang perusahaan BUMN maupun unicorn.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah total IPO fundraised, meningkat 11 persen, yaitu dari Rp 2,7 triliun menjadi Rp 3 triliun. Sementara dari sisi jumlah pipeline juga meningkat sebesar 120 persen dibanding pada periode yang sama pada tahun lalu.

Hal tersebut menggambarkan besarnya kepercayaan dan optimisme para pengusaha di Indonesia akan pemulihan perekomian dan juga terhadap Pasar Modal Indonesia pada tahun 2021.

“Setelah kuartal I ini kami optimis terkait dengan prospek IPO tahun 2021. Karena didukung oleh kebijakan pemerintah terkait penanganan pandemi saat ini dan kebijakan dari regulator pasar modal yang membuat kondisi pasar modal Indonesia kondusif, sehingga perusahaan yang melakukan IPO dan melakukan pencatatan saham meningkat,” sebut dia.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Bakal Kurangi Investasi Saham dan Reksa Dana, Ini Respons BEI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.