Kinerja Produksi Migas Kuartal I-2021 Masih di Bawah Target

Kompas.com - 08/04/2021, 08:19 WIB
Ilustrasi blok migas iStockphoto/bashtaIlustrasi blok migas

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat, rata-rata produksi minyak dan gas bumi (migas) mencapai 1,86 juta barel minyak ekivalen per hari (BOEPD) pada kuartal I-2021.

Realisasi itu berada di bawah target yang ditetapkan yakni hanya mencapai 99,2 persen.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, ada beberapa kendala yang menyebabkan target tak tercapai.

Pihaknya pun bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berupaya mencari solusi serta merumuskan langkah taktis dan strategis untuk mencapai target APBN 2021 melalui terobosan percepatan produksi.

Baca juga: SKK Migas Sebut Ada 100 Anjungan Migas Lepas Pantai yang Sudah Tak Beroperasi

"Seperti kita ketahui, terdapat beberapa kendala yang menyebabkan realisasi kuartal pertama 2021 masih berada di bawah target," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

Untuk mengejar target produksi dan lifting, selain mengandalkan kegiatan pemboran yang masif dan agresif, SKK Migas bersama Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan terkait pemberian insentif fiskal yang menarik bagi pengembangan lapangan-lapangan migas.

Di antaranya pemberian insentif fiskal guna menjaga keekonomian pengembangan lapangan di Wilayah Kerja (WK) Mahakam dan WK South Natuna Sea Block B.

"Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga tingkat keekonomian investor. Kami harapkan komitmen ini turut diikuti oleh pelaksanaan komitmen program kerja oleh KKKS,” ujar Dwi.

Baca juga: Kejar Target Produksi 1 Juta Barrel, Industri Hulu Migas Butuh Investasi Rp 3.500 Triliun

Ia mengatakan, saat ini SKK Migas bersama Kementerian ESDM juga terus berdiskusi aktif terkait permohonan insentif dalam upaya meningkatkan keekonomian WK Sanga Sanga dan WK East Kalimantan & Attaka.

Serta terkait perpanjangan WK Jabung, yang dapat berpotensi penambahan program pemboran sumur di tahun 2021.

Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan, perlunya usaha yang lebih keras dari SKK Migas dan KKKS agar selisih produksi dan lifting di tahun 2021 dapat terpenuhi.

“Realisasi kegiatan pemboran dan realisasi proyek yang dicanangkan untuk menambah produksi tahun 2021, merupakan ujung tombak peningkatan produksi jangka pendek,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X