Gagalkan Penyelundupan 22.230 Benur ke Singapura, Kepala BKIPM: Kami Tidak Main-main!

Kompas.com - 12/04/2021, 10:11 WIB
Potret sebagian benih bening lobster (BBL/benur) yang dilepasliarkan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah Teluk Kiluan, Lampung. Dok. KKPPotret sebagian benih bening lobster (BBL/benur) yang dilepasliarkan di Kawasan Konservasi Perairan Daerah Teluk Kiluan, Lampung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelundupan 23.230 benih bening lobster (BBL) atau benur dari Kepulauan Riau menuju Singapura kembali digagalkan.

Kali ini, petugas gabungan dari Bea Cukai, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) mengamankan sebuah high speed craft atau kapal cepat di perairan Batu Cula.

Saat digeledah, kapal tersebut mengangkut satu kardus styrofoam berisi 30 kantong berisi benur.

"Sinergisitas kami yang semakin kuat di lapangan kian membuahkan hasil. Lagi-lagi, kami menggagalkan penyelundupan BBL," kata Kepala BKIPM Rina dalam siaran pers dikutip, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Tegaskan Larang Ekspor Benih Lobster, KKP: Hanya Ukuran Konsumsi yang Diizinkan!

Rina mengungkapkan, petugas menyita benur tersebut dan langsung melakukan reoksigen dan pencacahan. Hasilnya, ditemukan 29 kantong benih bening lobster (BBL) berisi jenis pasir dengan jumlah sekira 23.084 ekor. Kemudian, sisanya BBL jenis mutiara.

"Kami bergerak cepat dalam melakukan penyelamatan sumber daya ikan. Jadi kami tak ada kompromi dan toleransi dengan penyelundupan," tegasnya.

Adapun pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen tentang dugaan adanya kapal cepat bermuatan BBL yang akan menuju Singapura pada Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB. Petugas pun kemudian berpatroli dan bersiap untuk penyekatan terhadap kapal tersebut.

Kemudian, tepat di koordinat 1°01.827' Lintang Utara / 103°41.037' Bujur Timur, Satgas Patroli Bea Cukai 1288 melihat ada sebuah kapal pancung bermesin 2 x 15 PK dengan dua anak buah kapal menuju perairan internasional (Singapura). Petugas pun langsung menghentikan sekaligus memeriksa kapal tersebut.

"Kami tidak main-main. Kami libatkan intelijen untuk mendapatkan informasi, hingga kami tangkap kapal tersebut," tegas Rina.

Rina berharap, dari rangkaian penangkapan dan penggagalan penyelundupan BBL bisa memberikan efek jera terhadap para pelaku. Dia memastikan bahwa jajarannya selalu mengawasi pintu keluar masuk komoditas perikanan di seluruh Indonesia.

"Kami akan selalu awasi pintu-pintu keluar masuk. dengan sinergisitas bersama Polri, Bea Cukai, serta aparat lainnya, kami akan terus jaga sumber daya perikanan kita," katanya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan larangan ekspor benur lobster. Di bawah komandonya, Kementerian Kelautan dan Perikanan ingin memperkuat budidaya lobster dalam negeri dan ekspor lobster jika sudah mencapai ukuran konsumsi.

Baca juga: Penyelundupan 72.290 Ekor Benih Lobster Dalam Paket Sayuran Terbongkar



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X