Para Komisaris BUMN Waskita: Eks Kapolri, Jaksa, hingga Relawan Jokowi

Kompas.com - 17/04/2021, 13:31 WIB
Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Dok. PT Waskita Karya (Persero) Tbk.Gedung PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020.

RUPST yang digelar pukul Jum'at (16/4/2021) itu dihadiri oleh 76,03 persen dari seluruh pemegang saham emiten konstruksi plat merah berkode WSKT tersebut.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menetapkan jajaran direksi dan komisaris terbaru perseroan. Sebagian besar pejabat Komisaris Waskita maupun direksinya merupakan wajah lama.

Untuk posisi komisaris diisi berbagai unsur dari mulai relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Pilpres lalu, mantan Kapolri, jaksa, hingga akademisi.

Baca juga: Nasib Suram Waskita: 10 Anak Cucu Perusahaan Rugi, 1 Digugat Pailit

Berikut profil jajaran komisaris Waskita terbaru (komisaris BUMN):

1. Muradi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nama Muradi sempat jadi perbincangan publik setelah dilaporkan model sekaligus finalis Miss Landscape 2019 wakil Indonesia, Sera Setyowati alias Sierra.

Profesor Universitas Padjajaran itu dilaporkan atas kasus dugaan penelantaran anak. Namanya dikenal sebagai pengamat politik dan Ia merupakan Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad.

Profil Muradi termasuk sosok yang dekat lingkaran Istana. Posisi yang pernah dijabatnya antara lain Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan, dan Keamanan di Kantor Staf Presiden (KSP) periode 2015-2018.

Baca juga: Derita Waskita: Utang Menggunung, Rugi Triliunan, Anak Digugat Pailit

Ia juga tercatat menjadi Penasihat Ahli Kapolri Bidang Keamanan dan Politik (2015 sampai sekarang). Di Waskita Karya, ia sudah menduduki posisi komisaris perusahaan sejak 6 April 2018.

2. Badrodin Haiti

Nama Badrodin Haiti selama ini dikenal sebagai Kapolri periode 2015-2016. Pria asal Jember itu merupakan jebolan Akpol tahun 1982 dan juga peraih Adhi Makayasa.

Sebelum menjadi Kapolri, ia menjabat sebagai Wakapolri sejak Maret 2014 menggantikan Komjen Oegroseno yang pensiun. Posisi strategis lainnya yang pernah dijabat adalah Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam).

Kariernya di kepolian cukup panjang antara lain Kapolsek Pancoran Mas, Kapolsek Metro Sawah Besar, Kasat Serse Polres Metro Jakarta Barat, Wakapolres Metro Jakarta Timur, hingga Kapolda Banten.

Baca juga: Terlilit Utang Besar, Setahun BUMN Waskita Bayar Bunga Rp 4,74 Triliun

3. Fadjroel Rachman

Sosok Fadjroel Rachman sendiri merupakan wajah lama di lingkaran kekuasaaan. Saat Pilpres 2014 silam, dia sempat menjadi relawan pemenangan Jokowi (relawan Jokowi). 

Lalu setahun setelah Jokowi memimpin di periode pertama, dirinya diangkat menjadi Komisaris Utama Adhi Karya.

Ia juga tercatat pernah mendeklarasikan diri sebagai capres dari jalur independen menantang calon-calon yang diusung partai politik.

Namun langkahnya kandas karena uji materi terkait calon presiden dari jalur independen ditolak di Mahkamah Konstritusi (MK). Saat itu, Fadjroel menggugat UU Nomor 23 Tahun 2003 di mana setiap calon harus melalui partai politik.

Baca juga: Waskita Karya Rugi Rp 7,38 Triliun, Apa Sebabnya?

Sebelum masuk menjadi pendukung Jokowi, Fadjroel sempat malang melintang menjadi aktivis, termasuk sebagai aktivis 1998 (aktivis 98) yang terlibat dalam demonstrasi menuntut penurunan Presiden Soeharto.

4. Robert Leonard Marbun

Robert Leonard Marbun lahir di Medan pada 23 Juni 1970. Mendapatkan gelar Sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran. Di Waskita, ia diplot sebagai komisaris sejak 9 Mei 2019.

Saat ini, ia tercatat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Penerimaan Negara sejak tahun 2018. Ia merupakan pejabat eselon di Bea Cukai.

Jabatan lainnya yang pernah diemban antara lain Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Direktur Kepabeanan, dan Kepala Kanwil Sulawesi.

Baca juga: Utang Menggunung, Waskita Berharap Penjualan 9 Jalan Tol

5. Bambang Setyo Wahyudi

Bambang Setyo Wahyudi adalah Komisaris BUMN yang berasal dari unsur Kejaksaan Agung. Beberapa posisi strategis yang pernah diembannya yakni Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.

Lalu Sekretaris Jam Perdata dan Tata Usaha Negara. Selain di Waskita Karya, ia juga pernah menjabat komisaris BUMN di Pelindo I.

6. Ahmad Erani Yustika

Sebagaimana Muradi, Ahmad Erani Yustika juga dikenal lekat dengan dunia akademisi. Ahmad Erani Yustika pria kelahiran Ponorogo 1973, menyelesaikan gelar Sarjana Ekonomi dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangungan (IESP) Fakultas Ekonomi-Universitas Brawijaya pada tahun 1996.

Namanya beberapa kali wara-wiri di pemberitaan media massa nasional, baik sebagai penulis maupun narasumber. Di era Presiden SBY, ia sempat menjadi anggota Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI).

Baca juga: Tagihan Utang ke Vendor Berujung Gugatan Pailit Waskita Beton

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.