Erick Thohir Ingin Holding Asuransi BUMN Tiru Kesuksesan Perusahaan Raksasa China

Kompas.com - 28/04/2021, 13:34 WIB
Erick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia ke-9 Kabinet Indonesia Maju yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019 KOMPAS.com/SUCI RAHAYUErick Thohir, Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia ke-9 Kabinet Indonesia Maju yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ingin holding BUMN di bidang perasuransian dan penjaminan maju seperti salah satu industri asuransi raksasa China, Ping An Insurance Group.

Ping An merupakan perusahaan asuransi teknologi (insurtech) yang namanya masuk dalam jajaran Fortune Global 500.

Perusahaan ini memanfaatkan analisis big data untuk merancang produk-produknya.

Baca juga: Kantongi Izin OJK, IFG Life Siap Terima Polis Jiwasraya Juni 2021

Dia ingin langkah tersebut diikuti oleh induk holding perasuransian dan penjaminan, PT Asuransi Jiwa IFG (Persero).

"Saya berharap IFG dan Industri Jasa Keuangan lainnya dapat bertransformasi dan berinovasi seperti Ping An, kemudian menjadi pilar kekuatan ekonomi yang tidak hanya memberikan yang terbaik kepada pelanggan namun juga memberikan nilai bagi pemegang saham dan masyarakat," kata Erick dalam Launching IFG Progress, Rabu (28/4/2021).

Untuk dapat mencontoh Ping An, perusahaan asuransi di Indonesia harus memiliki tata kelola yang baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, Ping An bisa demikian maju berkat tata kelola yang profesional, di samping penggunaan teknologi dalam setiap inovasi produk.

Transformasi dianggap satu-satunya langkah yang bisa ditempuh agar BUMN menjadi lebih kuat, utamanya saat pandemi Covid-19.

Baca juga: Di Atas Target, Laba Berjalan Holding BUMN Asuransi IFG Capai Rp 2,2 Triliun

"Saat ini hanya ada satu arah untuk ekonomi kita dan BUMN kita, maju menjadi lebih kuat, terutama di masa pandemi ini yang telah membangunkan kita untu mempercepat langkah kita dan transformasi kita untuk maju," sebut Erick.

Namun, transformasi tidak hanya berhenti pada pengelolaan korporasi. BUMN juga harus melakukan transformasi pada sumber daya manusia (SDM).

Pembentukan IFG, holding BUMN perasuransian dan penjaminan, merupakan salah satu upaya transformasi BUMN yang menyeluruh dan berlandaskan akhlak, khususnya amanah kompeten dan adaptif.

"Ini merupakan pembenahan sektoral secara komprehensif untuk mentransformasi industri jasa Keuangan yang profesional, kuat, dipercaya masyarakat, dan juga mengikuti perkembangan yang berdaya saing global," pungkas Erick.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.