Sandiaga Uno Minta Pengelola Mal dan Restoran Patuhi Protokol CHSE

Kompas.com - 12/05/2021, 13:11 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat wawancara program Beginu bersama Pemimpin redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho di M Bloc Market, Kamis (15/4/2021). KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno saat wawancara program Beginu bersama Pemimpin redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho di M Bloc Market, Kamis (15/4/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan pentingnya penerapan protokol cleanliness, health, safety and environment (CHSE) untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, terutama di kawasan mal, pusat perbelanjaan, dan restoran.

Melalui virtual konferensi, Rabu (12/5/2021), Sandiaga menegaskan, penerapan CHSE sangat penting untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, terutama bagi pelaku usaha dalam meningkatkan standar dan kualitas produk yang akan dipasarkan.

“Saya mengimbau mari kita semua melihat venue yang abai dan tidak patuh, segera dilaporkan, dan kami tegas untuk menindaknya agar tidak memicu temuan Covid -19,” ungkap Sandiaga.

Baca juga: PT Vale Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Syaratnya

Ia menilai, panduan standar CHSE yang disiplin sangat penting untuk mendapatkan sertifikasi, misalkan untuk usaha seperti restoran di mal-mal. Dengan penerapan CHSE, hasilnya, usaha restoran akan mendapat sertifikasi standar keamanan dengan risiko kecil penularan Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memprediksi, pada H+1 Lebaran akan terjadi kenaikan kunjungan di pusat perbelanjaan.

Menurut Alphonzus, dalam penerapan larangan mudik, banyak orang akan mengisi liburan selain ke pusat wisata, salah satu tujuan lain adalah ke pusat perbelanjaan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kami memperkirakan akan ada peningkatan lagi pada H+1 ke pusat perbelanjaan, biasanya pada hari H masyarakat masih silaturahmi. Yang harus diantisipasi adalah di H+1 ini pengunjung lebih banyak kepentingannya untuk mengisi liburan,” ungkap Alphonzus.

Baca juga: Ada Larangan Mudik, Omzet Penjualan di Rest Area Turun hingga 95 Persen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X