Mengintip Strategi Pengusaha Kopi Kekinian Bertahan di Tengah Pandemi

Kompas.com - 22/05/2021, 14:14 WIB
Elisa Suteja, Co-Founder Fore Coffee saat memberikan kata sambutan di Jakarta, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAElisa Suteja, Co-Founder Fore Coffee saat memberikan kata sambutan di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat beragam usaha tergerus bisnisnya. Untuk tetap bertahan berbagai strategi pun dilakukan para pelaku usaha.

Begitupun dengan usaha kopi kekinian yang ikut terimbas pandemi. Salah satunya adalah Fore Coffee.

Co-Founder Fore Coffee Elisa Suteja menceritakan bahwa usaha kopinya cukup terdampak pandemi.  Mayoritas outletnya yang berlokasi di perkantoran hingga mal terpaksa ditutup karena adanya pemberlakukan PSBB oleh pemerintah.

Baca juga: Segini Perkiraan Modal Awal Untuk Franchise Kopi Janji Jiwa

Sehingga omzet Fore Coffee pun juga ikut turun sebesar lebih dari 50 persen.

"Karena memang outlet kita banyak yang di perkantoran dan mal, kemarin kan sempat ditutup, itu yang membuat kami cukup fight dan omzet turun lebih dari 50 persen," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (21/5/2021).

Melihat kondisi tersebut akhirnya Elisa bersama dengan tim lainnya mengubah strategi penjualan mereka dengan berbagai cara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satunya adalah dengan menciptakan program baru Hore Coffe yaitu program yang dibuka untuk konsumen Fore Coffe menjadi reseller dan menjual produk kopi dalam bentuk literan.

Elisa menjelaskan, melalui program tersebut berbagai keuntungan bisa didapatkan oleh reseller. Misalnya, untuk transaksi di bawah 4 botol akan mendapatkan diskon hingga 20 persen. Sedangkan transaksi di atas atau sama dengan 4 botol akan mendapat potongan harga hingga 30 persen.

Selain itu, ada juga berbagai bonus tambahan baik secara mingguan maupun bulanan. Misalnya saja jika berhasil menjual 50 botol dalam 1 minggu, akan mendapatkan 5 voucher gratis 1 botol.

Elisa mengaku dengan adanya program tersebut membuat penjualan Fore pun ikut terdongkrak.

Baca juga: Tips Membangun Bisnis Startup, Kecepatan adalah Kunci

Hanya saja kata dia, program tersebut tidak bisa dilanjutkan karena berbagai sebab.

"Minuman ini kan fresh ya sifatnya jadi kami melihat banyak challenging di program ini dan kami juga melihat potensinya untuk mengembangkan program ini rada susah," ungkapnya.

Dia pun mengganti strategi. Elisa dan timnya mendapat ide untuk menambah berbagai menu kopinya yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan sekarang seperti Wedang Uwuh dan Temulawak Rempah yang dapat menunjang kebugaran tubuh konsumen.

"Kita juga ada kopi kemasan botol satu liter atau FOREveryone Pack. Ini juga yang menjadi salah satu menu favorit Fore Friends (konsumen Fore Coffee)," ucapnya.

Hingga saat ini diakui Elisa, performa kinerja bisnis Fore Coffee sudah mulai tahap recovery. Bahkan di bulan ini, performanya jauh lebih meningkat jika dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu.

"Puji Tuhan, dikit lagi lah sudah mulai recovery," ungkapnya.

Sementara itu, Co-CEO Fore Coffee Vico Lomar mengatakan, di tahun 2021 ini pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk berekspansi.  Dalam waktu dekat pihaknya bakal mengeluarkan produk baru.

"Jadi mulai bulan depan kita bukan hanya menjual kopinya saja tapi kita bakal ada makanannya, dan makanannya itu bukan makanan ringan kayak kue kering tapi sandwich a la minute yang rencananya akan diluncurkan di bulan depan," ungkapnya.

Baca juga: Tips Bos Filosofi Kopi Kelola Bisnis di Tengah Pandemi

Selain itu pula, Fore juga berencana membuka peluang kerjasama kemitraan bagi para konsumen yang ingin menjadi mitra Fore Coffe. Hanya saja kata dia, rencana ini sedang digodok lebih lanjut dan pendaftarannya akan dimulai di bulan Juli 2021.

"Kalau untuk modal menjadi kemitraan kami itu yang pasti di bawah Rp 1 miliar, tapi itu calon mitra kami sudah dapat full service seperti perizinan, alat mesin kopi dan banyak lainnya kita kasih. Mereka tinggal siap pakai dan jalankan bisnisnya," kata dia.

Fore Coffe juga menargetkan untuk menambah outletnya di beberapa kota besar di pulau Jawa hingga di luar pulau Jawa.

"Untuk di pulau Jawa ada Semarang, Malang, Jogya dan di luar pulau Jawa ada Bali, Samarinda, dan Balikpapan. Itu target kita di 2021," ungkap Vico.

Baca juga: Pelaku Usaha Jatim Ini Sukses Ekspor Perdana Kopi ke AS dan Ubi ke Jepang



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semester I 2021, OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp 1,5 Triliun

Semester I 2021, OCBC NISP Catat Laba Bersih Rp 1,5 Triliun

Whats New
Sesuai Passion, Begini Cara Daina Koh Chandra Menjaga Semangat Bekerja

Sesuai Passion, Begini Cara Daina Koh Chandra Menjaga Semangat Bekerja

Work Smart
Konsumsi Merangkak Naik, Ekonomi AS Tumbuh 6,5 Persen di Kuartal II

Konsumsi Merangkak Naik, Ekonomi AS Tumbuh 6,5 Persen di Kuartal II

Whats New
Aturan Sudah Rampung, Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta Segera Cair

Aturan Sudah Rampung, Bantuan Subsidi Gaji Rp 1 Juta Segera Cair

Whats New
Kemenaker: 10 Juta Pekerjaan Baru yang Belum Pernah Ada Akan Muncul pada 2030

Kemenaker: 10 Juta Pekerjaan Baru yang Belum Pernah Ada Akan Muncul pada 2030

Whats New
PT Honda Prospect Motor Buka Lowongan untuk Lulusan SMA Sederajat, Tertarik?

PT Honda Prospect Motor Buka Lowongan untuk Lulusan SMA Sederajat, Tertarik?

Whats New
Seluruh Kantor Cabang Bank Mandiri di Aceh Berhenti Beroperasi Mulai Hari ini

Seluruh Kantor Cabang Bank Mandiri di Aceh Berhenti Beroperasi Mulai Hari ini

Whats New
Perusahaan Pembiayaan Bisa Dicabut Izinnya Jika Debt Collector Tak Kantongi Sertifikat Profesi

Perusahaan Pembiayaan Bisa Dicabut Izinnya Jika Debt Collector Tak Kantongi Sertifikat Profesi

Whats New
Subsidi Listrik Pelanggan 450-900 VA Diperpanjang Sampai Desember

Subsidi Listrik Pelanggan 450-900 VA Diperpanjang Sampai Desember

Whats New
Banyak Perusahaan Asuransi Ajukan Izin Produk untuk Cover Covid-19

Banyak Perusahaan Asuransi Ajukan Izin Produk untuk Cover Covid-19

Whats New
Ada Proyek Kereta Cepat, Jasa Marga Akan Lakukan Pengalihan Lalu Lintas

Ada Proyek Kereta Cepat, Jasa Marga Akan Lakukan Pengalihan Lalu Lintas

Rilis
Ini Perbandingan Passing Grade SKD CPNS 2021 dengan 2020

Ini Perbandingan Passing Grade SKD CPNS 2021 dengan 2020

Whats New
Luhut Sebut Hyundai Bakal Pasok Oksigen untuk Kebutuhan Medis

Luhut Sebut Hyundai Bakal Pasok Oksigen untuk Kebutuhan Medis

Whats New
Ini Daftar Lengkap Passing Grade CPNS 2021

Ini Daftar Lengkap Passing Grade CPNS 2021

Whats New
Kemenaker Ungkap Tiga Tantangan dalam Transformasi Ketenagakerjaan

Kemenaker Ungkap Tiga Tantangan dalam Transformasi Ketenagakerjaan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X