Erick Thohir Ungkap Alasan Penunjukan Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom

Kompas.com - 02/06/2021, 14:15 WIB
Gitaris Slank Abdee Negara memberikan hak suaranya di TPS 83 di kawasan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAGitaris Slank Abdee Negara memberikan hak suaranya di TPS 83 di kawasan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir angkat bicara mengenai penunjukkan Abdee Negara atau yang akrab disapa Abdee Slank sebagai Komisaris Independen PT Telkom Indonesia Tbk.

Seperti diketahui penunjukkan gitaris Slank itu menuai pro-kontra di kalangan masyarakat karena dinilai tidak tepat menduduki posisi Komisaris Telkom sebab latar belakangnya yang sebagai musisi.

Menurut Erick, pihaknya telah memiliki sejumlah pertimbangan terkait pemilihan komisaris, salah satunya sebagai upaya keberpihakan BUMN terhadap konten lokal. Sebab, Telkom harus mampu menjadi agregator bagi konten lokal.

Baca juga: Jadi Komisaris Independen Telkom, Berapa Gaji Abdee Slank?

"Kemarin yang selalu challange ke saya, kenapa juga ada perwakilan dari masyarakat atau dari musisi, saya tidak mau ngomong individu, (tapi) musisi, apa salahnya sekarang telkom berpihak pada konten lokal," ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Rabu (2/6/2021).

Selain musisi, lanjutnya, posisi dewan komisaris diisi pula oleh Bono Daru Aji dari kalangan pengacara dan Bambang Brodjonegoro yang merupakan mantan Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas.

Sehingga dengan posisi dewan komisaris yang beragam dari berbagai kalangan, diyakini bisa mendorong peta jalan yang tepat dalam pengembangan dan inovasi di Telkom. Terutama dalam upaya mendorong konten lokal berdaya saing dengan konten asing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita jangan bohongi diri, dengan ada Netflix, Disney Plus dan lain-lain, kita memang enggak harus anti, tapi ayo dong bangun konten lokal yang namanya Telkom jadi agregator konten lokal," jelas Erick.

Di sisi lain, Telkom sendiri sudah memiliki Indihome, lini bisnis dalam penyediaan paket layanan komunikasi dan data, termasuk layanan televisi kabel.

Baca juga: Bos Telkom Optimis Dirut Baru Telkomsel Bisa Sukseskan Implementasi 5G di RI

Ia berharap, Telkom bisa membuka channel bagi para musisi Indonesia yang saat ini tidak memiliki panggung akibat pandemic Covid-19.

Erick pun memaklumi pengangkatan komisaris dengan beragam latar belakang tentu memiliki kontroversi, namun ia meminta publik untuk percaya bahwa Kementerian BUMN ingin melakukan yang terbaik.

"Jangan hanya dilihat negatif dan proaktif, tapi dilihat juga, masak musisi Indonesia enggak boleh naik kelas? Masak nanti kalau suatu hari saya angkat misalnya bintang film senior yang sudah berpengalaman, kenapa dia juga tidak bisa menjadi bagian dari ekosisitem industri film, dia tahu bagaimana pengalamannya, jadi kita harus beri kesempatan,” tegasnya.

“Jadi jangan kita terpecah-pecah karena persepsi atau mungkin dari banyak pihak yang senang hanya bikin gaduh. Itu komitmen saya pengangkatan direksi adalah bagian bagaimana transformasi banyak pasca (pandemi) ke depan,” kata Erick.

Baca juga: Telkom Tebar Dividen Rp 16,64 Triliun, Dibagikan Paling Lambat 2 Juli 2021



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.