Kompas.com - 06/06/2021, 10:06 WIB
Garuda pernah hampir bangkrut sebelum diselamatkan Tanri Abeng. Nuansa vintage dalam penerbangan Garuda Indonesia yang bertajuk Garuda Indonesia Classic Brand pada Desember 2018. DOK. Garuda IndonesiaGaruda pernah hampir bangkrut sebelum diselamatkan Tanri Abeng. Nuansa vintage dalam penerbangan Garuda Indonesia yang bertajuk Garuda Indonesia Classic Brand pada Desember 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah dirundung masalah. Perusahaan terjerat utang hingga Rp 70 triliun. Selain itu, di kuartal III-2020, perusahaan juga mencatat rugi Rp 15 triliun.

Ditilik dari sejarahnya, Garuda Indonesia berawal dari kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan Belanda dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949.

Bahkan, cikal bakal Garuda sudah ada sejak 1948, atau saat rakyat Aceh iuran mengumpulkan 20 kg emas untuk membeli pesawat Dakota C-47 dari Singapura yang menjadi pesawat pertama milik AURI.

Dikutip dari laman resmi Garuda Indonesia, Minggu (6/6/2021), dengan ditandatanganinya perjanjian KMB, maka Belanda wajib menyerahkan seluruh kekayaan pemerintah Hindia Belanda kepada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS), termasuk maskapai KLM-IIB (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij Inter Insulair Bedrijf).

Baca juga: Apa Saja Infrastruktur Peninggalan Penjajahan Jepang di Indonesia?

KLM-IIB merupakan anak perusahaan KLM setelah mengambil alih maskapai swasta K.N.I.L.M (Koninklijke Nederlandshindische Luchtvaart Maatschappij) yang sudah eksis sejak 1928 di area Hindia Belanda.

Namun lantaran keterbatasan modal dan personil dalam operasional pesawat terbang, Indonesia meminta Belanda ikut patungan dalam pendirian maskapai penerbangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga pemerintah Belanda lewat KLM, kemudian ikut memiliki saham dalam perusahaan yang kemudian diberi nama Garuda Indonesia Airwaiys.

Asal usul nama Garuda itu atas usul Presiden Soekarno, karena garuda merupakan kendaraan Dewa Wisnu dalam ajaran agama Hindu. Soekarno sendiri memang menyukai nama-nama yang berasal dari tokoh pewayangan.

Baca juga: PG Colomadu, Simbol Kekayaan Raja Jawa-Pengusaha Pribumi era Kolonial

Dalam mitologi Hindu, burung Garuda diceritakan sangat menyanyangi dan selalu berusaha untuk melindungi sang ibu. Garuda bertarung dengan naga yang menangkap ibunya.

Untuk membebaskan ibunya, Garuda diminta untuk memberikan Amertha Sari, air yang bisa memberika kehidupan abadi. Ia pun lalu berkelana mencari dan akhirnya bertemu dengan Dewa Wisnu.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.