Kompas.com - 17/06/2021, 16:43 WIB
Ilustrasi Kartu Kredit Dok. ShutterstockIlustrasi Kartu Kredit
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperpanjang kebijakan penurunan nilai denda keterlambatan pembayaran kartu kredit sebesar 1 persen dari outstanding maksimal Rp 100.000. Perpanjangan relaksasi ini diberikan hingga Desember 2021.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, perpanjangan relaksasi itu merupakan salah satu dari 6 kebijakan bank sentral mendukung upaya pemulihan ekonomi lebih lanjut.

Relaksasi juga dinilai mampu mendorong penyaluran kredit perbankan.

"Untuk mendorong penggunaan kartu kredit sebagai buffer konsumsi masyarakat dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional," kata Perry dalam konferensi video, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Tenang, BI Proyeksi Tapering The Fed Baru Berlangsung Tahun Depan

Tak hanya relaksasi, Perry mengaku akan memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK).

"SBDK akan ditekankan pada kenaikan suku bunga kredit baru, faktor-faktor yang menyebabkannya, seperti peningkatan persepsi risiko dan margin keuntungan, serta analisis SBDK Individual Bank," beber Perry.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Empat kebijakan lainnya adalah menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar, dan melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas kebijakan moneter akomodatif.

Selain itu, bank sentral akan mempercepat program pendalaman pasar uang melalui penguatan kerangka pengaturan pasar uang dan implementasi Electronic Trading Platform (ETP) Multimatching, khususnya pasar uang rupiah dan valas.

Terakhir, memfasilitasi penyelenggaraan promosi perdagangan dan investasi serta melanjutkan sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS) bekerja sama dengan instansi terkait.

"Pada Juni dan Juli 2021 akan diselenggarakan promosi investasi dan perdagangan di Jepang, Amerika Serikat (AS), Meksiko, Perancis, Swedia, Norwegia, Singapura, Australia, dan Tiongkok," pungkas Perry.

Baca juga: Bantah Arya Sinulingga, Ahok Sebut Limit Kartu Kredit Petinggi Pertamina Capai Rp 30 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.