Pemerintah Diminta Evaluasi Total Program "Food Estate"

Kompas.com - 21/06/2021, 19:33 WIB
Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 1,062 triliun untuk pembangunan infrastruktur yang mendukung pengembangan food estate di Sumatera Utara. Kementerian PUPRKementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 1,062 triliun untuk pembangunan infrastruktur yang mendukung pengembangan food estate di Sumatera Utara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Pertanian untuk mengevaluasi total program food estate yang dinilai tidak memiliki target produksi yang terukur.

"Komisi IV DPR RI mengkritisi program food estate yang dinilai tidak memiliki target produksi yang terukur," kata pimpinan rapat dari Komisi IV Anggia Erma Rini saat membacakan kesimpulan rapat kerja dengan Menteri Pertanian, sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (21/6/2021).

Oleh karena itu, Komisi IV meminta Kementerian Pertanian melakukan evaluasi paling lambat pada Agustus 2021 terkait program tersebut untuk kemudian dibahas kembali.

Baca juga: Luhut Puas Hasil Panen Perdana Food Estate Humbahas

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan pengembangan food estate atau lumbung pangan dilakukan sesuai fokus kementerian untuk bisa mencapai ketahanan pangan.

Ia juga mengatakan food estate pun dikembangkan bukan di daerah eksisting, namun daerah yang perlu pengembangan karena program tersebut memungkinkan masuknya intervensi sarana dan prasarana produksi hingga budidaya.

"Anggarannya itu lebih besar di lahan. Kalau kita (Kementan) sebenarnya hanya berada pada, kalau lahan secara teknis memungkinkan, kami masuk," katanya.

Syahrul menuturkan masuknya Kementan pun harus membawa multikomoditi hingga ternak. Pihaknya juga perlu masuk membawa mekanisasi dan teknologi. Misalnya pengolah beras untuk jadi beras medium dan selanjutnya pengolah beras menjadi beras premium bernilai jual tinggi.

"Jadi kita harap tidak hanya untuk konsumsi nasional tapi juga konsumsi khusus. Kami harap Agustus nanti akan ada ekspor merdeka di mana konsumsi komoditi-komoditi tertentu akan menjadi ekspor utama kita, termasuk beras. Kita sedang bekerja sama untuk itu," katanya.

Syahrul menyangkal penilaian soal program food estate yang dinilai tidak memiliki hasil nyata. Pasalnya, menurut dia, proyek food estate yang digarap oleh Kementerian Pertanian cukup menunjukkan hasil.

Food Estate di Sumut

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyatakan Proyek Food Estate yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan telah terbukti gagal seiring dengan hasil panen yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Dari informasi awal yang dikumpulkan oleh Center for Budget Analysis (CBA), diketahui bahwa panen yang dihasilkan di proyek Food Estate tersebut jauh dari modal yang dikeluarkan pemerintah untuk mendanai proyek ini.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Bawang Merah, Sistem Resi Gudang Dioptimalkan

 

Hal ini karena tanaman yang di tanam pada kawasan Food Estate tidak sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada.

"Masyarakat tidak mendapatkan manfaat dari keberadaan Food Estate ini karena proyek dipaksakan di lokasi yang tidak tepat. Tanaman bawang merah dan bawang putih yang ditanam di lokasi tersebut, belakangan tidak membuahkan hasil karena lahan tidak sesuai dengan karakteristik tanaman yang ditanam," kata Uchok dalam keterangan resminya, Senin (21/6/2021).

Selain itu, menurut Uchok, karakteristik sosial-ekonomi masyarakat di Humbang Hasundutan yang secara turun temurun banyak menggantungkan pendapatannya dari hutan sebagai pengumpul getah kemenyan, akan sulit menerima kehadiran Food Estate yang lebih banyak melakukan aktivitas pengolahan/pertanian.

"Jika terus dipaksakan, proyek Food Estate akan menguras APBN dan hanya menguntungkan kelompok-kelompok pemburu rente dari proyek ini. Sementara masyarakat dan negara tidak akan mendapatkan apapun dari proyek Food Estate ini," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.