Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Kompas.com - 23/06/2021, 19:12 WIB
Ilustrasi hukum Shutterstock.comIlustrasi hukum

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembagian harta warisan kerap menimbulkan konflik.

Bukan hanya dengan keluarga, tapi dengan pihak ketiga maupun lembaga keuangan seperti perbankan.

Sejatinya, menurut Kitab UU Hukum Perdata, pembagian harta gono-gini antara suami dengan istri yang cerai hidup adalah 50:50.

Baca juga: Berapa Utang Warisan Belanda yang Disinggung Sri Mulyani?

Namun, jika salah satunya meninggal, maka istri mendapat 50 persen, sementara 50 persen harta tak bertuan akan menjadi milik keturunan.

Penulis buku "Hartamu Bukan Hartamu" sekaligus Wealth Planner, Basri Adhi mengatakan, 50 persen harta tak bertuan itu menjadi harta yang dipermasalahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat membagikan warisan pun, ada 3 langkah yang perlu disiapkan, yaitu pencarian pemilik harta, pencairan, dan pembagian.

"Setelah (calon pemilik sah) ketemu, baru kita akan cairkan. Datang ke bank, bawa surat-surat bawa dokumentasi bahwa saya adalah ahli waris yang sah. Setelah cair baru dibagi. Nah itu prosesnya," kata Basri Adhi dalam diskusi virtual dikutip Kompas.com, Rabu (23/6/2021).

Basri mengungkapkan, dalam tiga proses itu biasanya ditemukan beberapa konflik, yakni konflik keluarga hingga konflik pembagian harta bila ada anak hasil keturunan lain.

Baca juga: Pemerintah Beri Santunan 8 Ahli Waris ASN yang Meninggal Saat Tangani Pandemi

1. Rendahnya literasi

Konflik pertama adalah konflik keluarga dan rendahnya literasi tentang pengetahuan hukum waris.

Basri mengungkapkan, begitu banyak istri yang akhirnya terancam tak memiliki apa-apa ketika ditinggal suami, karena orang tua suami meminta harta pula.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.