Gandeng Swasta, Kemenhub Mulai Pengembangan Pelabuhan di Gorontalo Tahun Ini

Kompas.com - 24/06/2021, 05:00 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi di Tanjung Priok Kementerian PerhubunganMenhub Budi Karya Sumadi di Tanjung Priok

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memulai pengembangan Pelabuhan Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo pada tahun ini.

Pembangunan ini dilakukan bekerja sama dengan swasta melalui pendanaan kreatif non-APBN dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pemenang lelang proyek ini adalah Konsorsium Anggrek Gorontalo International Terminal yang terdiri dari empat perusahaan, yaitu PT Gotrans Logistics International, PT Anugerah Jelajah Indonesia Logistic, PT Titian Labuan Anugrah, dan PT Hutama Karya (Persero).

Baca juga: Ini Cara IPC Cegah Pungli di Kawasan Pelabuhan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, tahap selanjutnya akan dilakukan penandatanganan perjanjian KPBU dan Kerja Sama Pemanfaatan Infrastruktur (KSPI) pada 13 Juli 2021.

Lalu, pada 28 September 2021 diharapkan pelabuhan sudah mulai efektif dikelola oleh perusahaan pemenang lelang.

"Pelabuhan ini terletak di utara Sulawesi yang memiliki konektivitas dengan negara timur jauh seperti Jepang, Korea, China, dan Hong Kong. Kami mengajak pihak investor swasta untuk berkolaborasi mengembangkan tidak hanya pelabuhan saja, tetapi juga untuk kepentingan kawasan sekitar (hinterland),” ujar Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (23/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Budi meminta pemenang lelang proyek pembangunan Pelabuhan Anggrek bisa mengembangkannya dengan baik, sehingga keberadaan pelabuhan ini bisa bermanfaat untuk melancarkan pergerakan logistik serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Gorontalo dan sekitarnya.

Terlebih mengingat Kabupaten Gorontalo Utara termasuk daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP) yang tengah didorong pengembangannya untuk mengentaskan kemiskinan.

Baca juga: Menhub Minta Pergerakan di Bandara Jenderal Soedirman Bisa di Atas 80 Persen

“Saya minta konsorsium dapat bersinergi secara nasional dan internasional terutama dengan pemerintah daerah, misalnya untuk perluasan, karena pekerjaan kepelabuhan tidak bisa dikerjakan sendiri," ungkap dia.

Selain itu, Budi berharap, keberadaan Pelabuhan Anggrek bisa saling mendukung dengan Pelabuhan Gorontalo yang berada di Kota Gorontalo, sehingga dapat menciptakan efisiensi dan tidak menimbulkan masalah seperti kemacetan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.