Faisal Basri: Penolakan Rakyat terhadap Kenaikan Pajak Akan Tinggi

Kompas.com - 01/07/2021, 16:16 WIB
Ekonom Senior Indef, Faisal Basri usai ditemui di Jakarta, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIEkonom Senior Indef, Faisal Basri usai ditemui di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, penolakan rakyat terhadap kenaikan pajak akan tinggi.

Sebab, menurut dia, banyak anggota masyarakat yang memersepsikan bahwa pajak yang dikumpulkan selalu dikorupsi.

"Niscaya rakyat itu penolakannya akan tinggi terhadap kenaikan pajak ini. Karena buat apa pajak dinaikkan kalau dikorupsi. Pajak naik, tapi 'ember bocornya' tidak ditambal, rasa keadilan ini yang paling berat," ujarnya dalam webinar "Dampak RUU PPN terhadap Industri Strategis Nasional" yang disiarkan secara virtual, Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Selisik Proposal Pajak Sri Mulyani ke DPR, dari PPN hingga Cukai Plastik

Menurutnya, saat ini Kementerian Keuangan terus didorong untuk mencari penerimaan dana untuk APBN oleh pemerintah lantaran defisit yang semakin meningkat.

Oleh karena itu, lanjut dia, Kemenkeu mau tak mau mencari sumber pendapatan yang baru yang salah satunya dengan menaikkan pajak.

"Bisa bayangkan posisi Kemenkeu suruh cari uang terus, tapi KPK-nya dilemahkan, bagaimana ini? Sehingga, dicarikan sumber-sumber pendapatan yang baru yang akibatnya perpajakan juga jebol," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menilai sangat sulit untuk menciptakan sentimen positif kepada masyarakat terkait kenaikan pajak ini.

Rakyat akan menilai kenaikan pajak hanya membebani dan menciptakan ketidakadilan di masyarakat.

Baca juga: Perusahaan Rugi Kena Pajak, Sri Mulyani: Banyak yang Menghindari Pajak

"Makanya setiap kenaikan pajak tidak peduli sebagus itu yang disampaikan oleh pemerintah. Mereka melihat semakin tidak adil pengenaan pajak ini dan langsung membebani rakyat. Padahal, niatnya tidak seperti itu," jelas Faisal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.