Kompas.com - 05/07/2021, 19:35 WIB
Anggota TNI dan Polri melakukan penyekatan kendaraan saat PPKM Darurat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (5/7/2021). Penyekatan ini mengakibatkan kemacetan parah di ruas Jalan Raya Lenteng Agung. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOAnggota TNI dan Polri melakukan penyekatan kendaraan saat PPKM Darurat di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (5/7/2021). Penyekatan ini mengakibatkan kemacetan parah di ruas Jalan Raya Lenteng Agung.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali sudah berlangsung selama tiga hari sejak dimulai pada 3 Juli 2021.

Kebijakan ini sebagai upaya pemerintah menekan lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia.

Adapun dalam pelaksanaannya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai Koordinator PPKM Darurat-Jawa Bali.

Baca juga: Mendag Janjikan Bahan Pokok Tersedia dengan Harga Terjangkau saat PPKM Darurat

Juru Bicara Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi mengatakan, dalam pelaksanaannya, masih ditemukan tingginya mobilitas masyarakat di tiga provinsi yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Hal itu berdasarkan data pemantauan pemerintah dengan memanfaatkan Facebook mobility, Google traffic dan Light Night dari NASA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketiga indikator tersebut dibuat indeks komposit gabungan untuk menggambarkan mobilitas masyarakat secara umum," ujar Jodi dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

Jodi mengatakan, berdasarkan analisis historis, dibutuhkan penurunan mobilitas masyarakat sebesar 30 persen untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19.

Namun, seiring dengan adanya varian baru Delta maka dibutuhkan penurunan mobilitas sebesar 50 persen.

Baca juga: Kemenperin Awasi Ketat Operasional Industri yang Boleh Beroperasi Selama PPKM Darurat

"Dengan varian Delta dibutuhkan 50 persen penurunan mobilitas, kita butuh saling mendukung untuk mencapai indikator ini. Jadi tetap di rumah, produktif, dan ibadah di rumah," kata dia.

Ia mengatakan, data mobilitas akan diberikan ke masing-masing pemerintah daerah guna bisa dilakukan evaluasi langsung.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.