Lapor Perusahaan yang Langgar PPKM Bisa Secara Anonim, Simak Tipsnya

Kompas.com - 08/07/2021, 13:14 WIB
Gedung-gedung pusat bisnis dan perkantoran terpantau dari udara di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (5/6). Pertumbunhan pusat bisnis di beberapa kawasan di Jakarta memicu kenaikan harga tanah hingga mencapai 20 persen per tahun. KOMPAS/IWAN SETIYAWANGedung-gedung pusat bisnis dan perkantoran terpantau dari udara di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (5/6). Pertumbunhan pusat bisnis di beberapa kawasan di Jakarta memicu kenaikan harga tanah hingga mencapai 20 persen per tahun.
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menetapkan kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali per 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Kebijakan tersebut diambil seiring dengan peningkatan kasus Covid-19.

Perusahaan yang termasuk dalam sektor non esensial diwajibkan untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH) 100 persen.

Sementara, untuk sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen untuk staf yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat dan 25 persen untuk administrasi perkantoran.

Baca juga: Apa Saja Sektor Perusahaan yang Boleh Beroperasi Saat PPKM Darurat? Ini Daftar Lengkapnya

Tentu saja, bagi karyawan yang masih harus bekerja di kantor atau work from office (WFO), pihak perusahaan dan karyawan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Namun pada praktiknya, masih ada beberapa perusahaan yang bandel dan memaksa karyawannya untuk WFO bagi perusahaan non esensial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila terjadi hal tersebut, bagi Anda yang bekerja di wilayah DKI Jakarta, bisa melaporkan perusahaan yang melanggar protokol kesehatan melalui aplikasi JAKI.

Dikutip dari akun instagram resmi Jakarta Smart City @jsclab, karyawan bisa laporkan perusahaan melalui JakLapor di JAKI dengan kategori pelanggaran Hubungan Pekerja dan Pengusaha.

Bila karyawan merasa khawatir bia identitasnya diungkap ke publik, proses melaporkan perusahaan bisa dilakukan secara anonim.

"Nggak perlu khawatir, kamu bisa pakai fitur sembunyikan untuk menutupi identitasmu agar tetap aman, lho," tulis pengumuman tersebut seperti dikutip Kompas.com, Selasa (8/7/2021).

Baca juga: Mobilitas Masih Tinggi, Menhub Bakal Perketat Syarat Perjalanan saat PPKM Darurat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.