Masifkan Vaksinasi Gotong Royong, Ketua Kadin: ini Adalah Perang dengan Covid-19

Kompas.com - 09/07/2021, 17:08 WIB
Melalui kolaborasi yang kuat, Ketua Kadin periode 2021-2026 Arsjad Rasjid mengatakan, Kadin dapat menjadi wadah komunikasi dan konsultasi. Dok. Humas KadinMelalui kolaborasi yang kuat, Ketua Kadin periode 2021-2026 Arsjad Rasjid mengatakan, Kadin dapat menjadi wadah komunikasi dan konsultasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah fokus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi gotong royong, dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19.

Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, mengatakan, vaksinasi gotong royong merupakan bentuk kebersamaan dari berbagai pihak untuk mengatasi pandemi yang telah merebak sejak tahun lalu.

"Saya mengatakan ini adalah perang, dimana kita harus bersama sama melawan ini. Persatuan dan kesatuan kita penting," ujar dia dalam keterangannya, Jumat (9/7/2021).

Baca juga: Luhut Minta Pengadaan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Dipercepat

Arsjad menjelaskan, program vaksinasi gotong royong menyasar karyawan dari perusahaan milik anggota Kadin, dan biayanya dibebankan ke perusahaan.

“Melalui program tersebut, Kadin Indonesia membantu pemerintah mengejar target vaksinasi nasional, tanpa membebani APBN,” katanya.

Selain vaksinasi gotong royong, Kadin Indonesia juga akan membangun rumah sakit darurat di wilayah DKI Jakarta dan Banten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah tersebut diambil untuk menjawab permasalahan tingginya tingkat okupansi rumah sakit di Pulau Jawa, termasuk di wilayah Jakarta dan Banten.

Selain itu, Kadin Indonesia juga akan membantu pengadaan tabung silinder, dan Cryogenic ISO tank untuk menampung oksigen, di tengah tingginya permintaan.

"Yang dibutuhkan saat ini adalah oksigen, dan vaksinasi yang harus diakselerasi, dan juga bagaimana sekarang ini untuk rumah sakit darurat, karena kita juga memerlukan menyiapkannya, supaya masyarakat merasa tenang," katanya.

Selain langkah-langkah tersebut, Arsjad meminta masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat agar dapat meminimalisir penyebaran virus corona.

"Ini adalah yang paling sulit, bagaimana supaya disiplin, dan prokes harus dilakukan, dan janganlah kita melanggar," ucapnya.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Hancurkan 22 Juta Pekerjaan di Negara Kaya

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.