Luhut Minta Pengadaan Oksigen untuk Pasien Covid-19 Dipercepat

Kompas.com - 08/07/2021, 18:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan dalam acara melalukan peluncuran Kilau Digital Permata Flobamora di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Jumat  (18/6/2021). Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan InvestasiMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan sambutan dalam acara melalukan peluncuran Kilau Digital Permata Flobamora di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (18/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta, pengadaan dan penambahan jumlah oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19 dipercepat. Hal ini mengingat masih tingginya peningkatan kasus harian.

Hal itu diungkapkannya dalam rapat koordinasi tingkat menteri terkait penyediaan suplai oksigen untuk Covid-19 yang dilakukan secara virtual, Kamis (8/7/2021).

Hadir di antaranya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Baca juga: Harga Tabung Oksigen Mahal, KPPU Ancam Penjual Denda 50 Persen dari Keuntungan

Luhut mengatakan, berdasarkan evaluasi jumlah pasien Covid-19 dan estimasi kebutuhan oksigen selama masa pemberlakukan PPKM Darurat 3-20 Juli, diperlukan percepatan pengadaan oksigen. Sehingga oksigen yang tersedia bisa segera digunakan para pasien yang sedang di rawat.

"Meminta para pemangku kepantingan untuk tanggap dan bekerja lebih cepat demi keselamatan masyarakat. Kita bermain dengan waktu, kita harus bekerja cepat,“ ujarnya seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (8/7/2021).

Meski demikian, Luhut menegaskan, pengadaan dan penambahan jumlah oksigen untuk pasien Covid-19 yang melibatkan banyak pihak dan lini harus tetap taat hukum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia bilang, jangan sampai pengadaannya bermasalah di masa depan, walaupun ada diskresi yang diberikan pada masa darurat ini.

Dalam rapat tersebut, Luhut juga mengungkapkan, sudah membuat skenario dalam penanganan Covid-19 selama masa PPKM Darurat Jawa-Bali.

Menurut dia, seiring berjalannya waktu akan dilakukan evaluasi atas implementasi aturan yang sedang berjalan, agar diperoleh gambaran efektif atau tidaknya keputusan yang ambil.

“Karena kita enggak tahu kapan selesainya covid-19 ini,“ pungkasnya.

Baca juga: Tak Punya BUMN yang Produksi Oksigen, Ini Cara Erick Thohir Atasi Kelangkaan Oksigen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.