[TREN LOVE KOMPASIANA] "Deep Talk" dengan Pasangan | Mengatasi Hubungan Beda Kota hingga Negara

Kompas.com - 23/07/2021, 21:44 WIB
Ilustrasi pasangan shutterstockIlustrasi pasangan

KOMPASIANA---Obrolan seperti apa yang biasanya Kamu harapakan ketika bersama pasangan? Sedang apa, sudah makan belum, atau yang lainnya?

Tidak ada yang keliru dari pertanyaan seperti itu, barangkali, itulah bentuk perhatian kita terhadap pasangan.

Namun, pernahkah kamu mencoba "deep talk" dengan pasangan?

Maksudnya, mulai membahas hal-hal yang menjadi prinsip menjalani hidup hingga pilihan-pilihan dalam karier, misalnya.

Obrolan semacam itu, yang bermula dari sekadar pertanyaan ringan, ternyata bisa membuat kita lebih dalam mengenal pasangan.

1. Haruskah "Deep Talk" Dilakukan bersama Pasangan?

Membahas dunia percintaan tidak hanya sekedar pada sebuah perasaan yang timbul di dalam hati saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompasianer Desi Indah Hani menjelaskan, tanpa adanya sebuah percakapan ataupun komunikasi yang jelas, niscaya, hubungan (konteks-pacaran) tersebut bagaikan tanpa adanya tujuan.

Jadi, untuk menjawab semuanya, hal yang harus dilakukan adalah dengan deep talk atau deep conversation di antara kedua belah pihak.

Deep talk sangat baik bila dilakukan secara langsung, bukan melalui perantara media komunikasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.