Kompas.com - 27/07/2021, 14:35 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (17/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Indonesia sebesar Rp 223 triliun sepanjang April-Juni 2021.

Kinerja ini naik 16,2 persen dibandingkan periode sama di tahun lalu yang sebesar Rp 191,9 triliun. Begitu pula dibandingkan dengan kuartal I-2021 yang sebesar Rp 219,7 trilun, tercatat naik 1,5 persen.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, peningkatan realisasi investasi baik secara tahunan dan kuartalan.

Baca juga: Kesalahan Pemerintah dalam Tangani Pandemi Kata Faisal Basri: Menuhankan Ekonomi, Memberhalakan Investasi

Ini dikarenakan investor sudah dapat menyesuaikan kondisi dengan pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2020, sehingga tetap menanamkan modalnya di Indonesia.

"Investor dari dalam negeri maupun luar negeri mulai terbiasa dengan keadaan Covid-19. Biasanya pengusaha kalau ada kondisi baru itu bingung dan lagi cari solusi untuk menyelesaikan, begitu sudah berjalan waktu maka mulai ada penyesuaian,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (27/7/2021).

Sejalan dengan naiknya realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja di kuartal II-2021 pun tercatat mencapai 311.922 atau meningkat 18,5 persen dibandingkan periode sama di tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia memastikan, hasil realisasi investasi sepanjang April-Juni tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan diperdebatkan, lantaran data itu berdasarkan laporan kinerja perusahaan yang diberikan kepada Kementerian Investasi.

“Ini laporan kinerja perusahaan disampaikan langsung ke kami, proyeknya di mana, apa jenis proyeknya investasinya, dan lokasi perusahaan di mana. Semua data dapat dipertanggung jawabkan,” kata Bahlil.

Baca juga: Batam Aero Technic Jadi KEK, Lion Air Sebut Investasi Rp 7,29 Triliun

Secara rinci, realiasi kuartal II-2021 ditopang oleh investasi langsung dari asing (penanaman modal asing/PMA) yang menyumbang 52,4 dari total investasi. Nilainya tercatat Rp 116,8 triliun atau naik 19,6 persen secara tahunan dan 4,5 persen secara kuartalan.

"Kenaikan ini mengindikasikan dunia mulai merasakan terhadap bagimana pola perubahan regulasi (di Indonesia) dan manfaat perubahan ini,” imbuhnya.

Sementara investasi dari dalam negeri (penanaman modal dalam negeri/PMDN) menyumbang 47,6 persen dari total investasi. Nilainya mencapai Rp 106,2 triliun atau naik 12,7 persen secara tahunan, namun secara kuartalan justru turun 1,6 persen.

"Memang ini agak turun 1,6 persen, tapi saya pikir angkanya masih dalam batas toleransi," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.