CIMB Niaga Bukukan Laba Bersih Rp 2,1 Triliun pada Semester I-2021

Kompas.com - 30/07/2021, 14:31 WIB
Ilustrasi: Nasabah sedang mengecek produk KPR CIMB Niaga dok CIMB NIagaIlustrasi: Nasabah sedang mengecek produk KPR CIMB Niaga

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank CIMB Niaga Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 2,1 triliun pada semester I-2021, tumbuh 22,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 1,74 triliun.

Pertumbuhan tersebut selaras dengan meningkatnya pendapatan bunga bersih sebesar 5,41 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 6,5 triliun.

Kemudian, pendapatan provisi dan komisi dari transaksi selain kredit juga mengalami kenaikan, dari Rp 940 miliar pada semester I-2020, menjadi Rp 1,19 triliun pada paruh pertama tahun ini.

Baca juga: CIMB Niaga Sudah Tutup 150 Kantor Cabang dalam 5 Tahun Terakhir

“Sementara biaya operasional secara umum flat, sehingga cost to income ratio turun menjadi 45,1 persen,” kata Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M Siahaan, dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 22,2 persen, CIMB Niaga membukukan pertumbuhan return on equity (ROE) menjadi 11,2 persen.

Adapun posisi capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) CIMB Niaga sampai dengan 30 Juni 2021 masing-masing sebesar 22,1 persen dan 78,4 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, total aset CIMB Niaga sampai dengan paruh pertama tahun ini tercatat tumbuh secara tahunan menjadi Rp 288,9 triliun.

Lalu, total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 218,1 triliun dengan rasio dana murah sebesar 62,4 persen.

Adapun giro dan tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 8,2 persen yoy dan 10,5 persen yoy.

Baca juga: Dana Haji di CIMB Niaga hingga Mei 2021 Naik 131 Persen

Jumlah kredit yang disalurkan CIMB Niaga sebesar Rp 173,4 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis consumer banking yang tumbuh 5 persen yoy, kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 7,3 persen yoy, sementara kredit pemilikan mobil (KPM) meningkat sebesar 12,6 persen yoy.

“Meskipun memperoleh hasil yang menggembirakan pada semester I-2021, kami optimistis dengan tetap berhati-hati di tengah meningkatnya kembali wabah,” ucap Tigor.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.