Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Kompas.com - 31/07/2021, 13:33 WIB
Pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Kementerian Pertanian (Kementan) disambut baik para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lampung Tengah. Faktor produksi, apa itu faktor produksi, faktor produksi adalah. DOK. Humas KementanPemberian alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Kementerian Pertanian (Kementan) disambut baik para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lampung Tengah. Faktor produksi, apa itu faktor produksi, faktor produksi adalah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Faktor produksi adalah istilah dalam serangkaian proses produksi sebuah produk jasa. Faktor produksi juga seringkali dikaitkan dengan sumber daya. Lalu apa itu faktor produksi?

Dikutip dari Investopedia, faktor produksi adalah semua input yang dibutuhkan untuk terciptanya suatu barang atau jasa. Input dalam hal faktor produksi adalah semua sumber daya yang dibutuhkan.

Dengan kata lain, maka semua barang yang dapat meningkatkan nilai manfaat (nilai tambah) dari produk disebut dengan istilah faktor produksi. Arti lain faktor produksi adalah semua benda yang membantu melancarkan proses produksi perusahaan.

Dalam teori ekonomi modern, sebagaimana menurut Adam Smith, faktor produksi adalah terdiri dari empat komponen yakni tenaga kerja (SDM), tanah atau sumber daya alam, dan modal.

Baca juga: Mengenal Apa Itu PDB atau Produk Domestik Bruto

Namun dalam teori ekonomi terbaru, para ekonom sepakat menambahkan kewirausahaan sebagai salah satu faktor produksi. Belakangan, sumber daya informasi juga dikategorikan sebagai faktor produksi.

Sebelum menciptakan suatu produk atau jasa, produsen terlebih dahulu harus menyiapkan faktor produksi.

Sebagai ilustrasi keterkaitan faktor produksi adalah perusahaan tekstil. Benang tidak akan memiliki nilai manfaat besar jika tidak dibuat menjadi pakaian dengan sebuah mesin.

Mesin adalah faktor produksi, demikian pula benang adalah bahan baku yang juga merupakan faktor produksi. Benang pun tidak akan menjadi pakaian tanpa adanya tenaga kerja dan modal.

Baca juga: Apa Itu Likuiditas yang Jadi Indikator Kesehatan Perusahaan?

Dengan benang menjadi pakaian, maka produk tersebut menghasilkan nilai guna yang pada akhirnya memberikan keuntungan.

Jika tidak tersedia salah satunya saja, maka produksi akan terhenti dan membuat perusahaan merugi.

Dalam kaitanya dengan kepemilikan faktor produksi, kemudian dikenal dengan sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme. Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana faktor produksi bisa dimiliki secara pribadi atau privat.

Ekonomi sosialisme adalah kebalikan dari kapitalisme, di mana hampir semua kepemilikan faktor produksi adalah dimiliki secara kolektif atau dikendalikan oleh negara.

Baca juga: Arti Kapitalis dan Kapitalisme: Definisi, Sistem Ekonomi, dan Contoh

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.