Survei: 8 dari 10 Konsumen Indonesia Berbelanja Online 1 Kali Per Bulan

Kompas.com - 19/08/2021, 13:40 WIB
Ilustrasi belanja online. FREEPIK/SNOWINGIlustrasi belanja online.

JAKARTA, KOMPAS.com - The Trade Desk melakukan survei untuk memotret perilaku konsumen yang terbentuk selama festival belanja online seperti 10.10, 11.11 dan 12.12, atau juga yang dikenal sebagai Hari Belanja Online Nasional alias Harbolnas.

Dalam survei tersebut tercatat, sebagaimana dikutip pada Kamis (19/8/2021), delapan dari 10 (82 persen) konsumen Indonesia mulai berbelanja secara online setidaknya 1 kali per bulan. Bahkan satu dari empat konsumen berbelanja secara online beberapa kali dalam seminggu atau lebih.

The Trade Desk juga menemukan dua kepribadian pembelanja online yang tecermin dalam riset ini yaitu pembelanja terencana dan impulsif.

Baca juga: Tren Belanja Online Naik, BI Proyeksi Nilai Transaksi E-Commerce di 2021 Sentuh Rp 395 Triliun

Dari survei itu diketahui hampir 64 persen pembelanja online aktif menggambarkan diri mereka sebagai pembelanja terencana di mana mereka sudah merencanakan dan mempelajari apa yang akan dibelanjakan sebelum berbelanja.

Namun, selama festival belanja online, beberapa dari pembelanja terencana ini menjadi impulsif, di mana hal ini tercermin dari peningkatan proporsi pembelanja impulsif sebesar hampir 2 kali lipat.

Faktanya, 42 persen dari pembelanja terencana mengaku berbelanja lebih banyak selama festival belanja online. Hal ini sekaligus memberikan peluang bagi pemasar untuk mengembangkan strategi yang dapat menjangkau dan memengaruhi para pembelanja tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Country Manager The Trade Desk di Indonesia Florencia Eka mengatakan, festival belanja online menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pemasar.

"Dengan 1 dari 2 konsumen tertarik untuk mempelajari brand baru, maka pemasar modern harus menjalani strategi pemasaran secara menyeluruh dan fokus dalam mendorong unsur fundamental dari brand untuk mempertahankan pelanggan dengan tingkat loyalitas yang rendah," ujarnya dalam pemaparan survei yang dilakukan secara virtual, Kamis (19/8/2021).

Baca juga: Tips Aman Belanja Online dengan Sistem COD

Menurutnya, dalam moment belanja online, pemasar harus konsisten berinvestasi untuk meningkatkan brand awareness berkesempatan untuk merebut pelanggan baru dari kompetitor.

Selain itu, lanjut dia, brand yang berulang kali berhasil menjangkau konsumen dalam perjalanan pembeliannya lebih cenderung memengaruhi secara positif para pembeli yang terencana yang sudah mempersiapkan belanjaan jauh sebelum festival belanja online berlangsung.

Perlu diketahui, survei ini dilakukan secara online pada tanggal 08 - 12 Juli 2021. Total sampel yang diperoleh adalah 2.181 orang dewasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.