Kompas.com - 20/08/2021, 10:37 WIB
Ilustrasi swab test Covid-19 SHUTTERSTOCKIlustrasi swab test Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia menyambut baik keputusan pemerintah yang mengubah batasan tarif tertinggi pemeriksaan Covid-19 melalui metode RT-PCR. Adapun tes RT-PCR merupakan salah satu syarat perjalanan udara.

Harga terbaru tertuang dalam Surat Edaran Nomor: HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).

Batasan tarif tertinggi RT-PCR kini menjadi Rp 495.000 untuk daerah di Jawa-Bali, dan Rp 525.000 untuk daerah luar Jawa-Bali. Dalam SE sebelumnya, batas harga pemeriksaan RT-PCR sebesar Rp 900.000.

Baca juga: Jokowi Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 450.000, Ini Tanggapan Perhimpunan RS

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, dengan semakin terjangkaunya harga tes RT-PCR maka diharapkan mampu meningkatkan trafik jumlah penumpang pesawat. Terlebih sejak pandemi Covid-19, jumlah penumpang Garuda Indonesia turun signifikan

"Memang kami menyadari ketika pengetatan perjalanan itu dilakukan dengan salah satu syarat harus PCR ini impact-nya terhadap penurunan jumlah penumpang. Oleh sebab itu, bila PCR ini turun harganya, kami tentu saja berharap akan ada peningkatan trafik di kemudian hari," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (19/8/2021).

Meski demikian, ia menekankan, penurunan jumlah penumpang tidak serta-merta hanya disebabkan oleh persyaratan tes RT-PCR, tetapi juga karena banyak kondisi lainnya yang mempengaruhi seperti situasi di destinasi, pembatasan penerbangan untuk anak, dan sebagainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami pada dasarnya sangat setuju dari Garuda untuk bersama-sama dengan pemerintah memastikan bahwa penyebaran Covid-19 ini bisa turun secara drastis," kata Irfan.

Di sisi lain, ia berharap, adanya kelonggaran aturan syarat penerbangan domestik di masa PPKM yakni menjadi dengan sertifikat vaksin dan surat negatif Covid-19 dari hasil tes antigen.

Lantaran, saat ini aturan yang berlaku adalah penerbangan untuk antar bandara di wilayah Jawa-Bali bisa dengan tes antigen bila penumpang sudah vaksin dua dosis. Sementara, penumpang yang vaksin satu dosis harus dengan tes RT-PCR.

Begitu pula dengan penerbangan ke bandara di luar wilayah Jawa-Bali masih diharuskan untuk tes RT-PCR, baik penumpang itu vaksin dua dosis atau satu dosis.

"Kami tentu saja berharap tidak lama lagi antigen dan vaksin menjadi syarat yang lebih mudah, dibandingkan vaksin dan PCR. Walaupun kita percaya bahwa kalau sudah divaksinasi dua kali posisinya jauh akan lebih baik," jelasnya.

Baca juga: Jumlah Penumpang Turun, Garuda Indonesia Berharap Penerbangan Umrah Dibuka

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.