PPKM Diperpanjang Lagi, Ini Permintaan Pelaku Usaha Warteg

Kompas.com - 07/09/2021, 11:57 WIB
ilustrasi warteg kharisma bahari. SHUTTERSTOCK/farzand01ilustrasi warteg kharisma bahari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal Nusantara (Korwantara) Mukroni menyuarakan keluhan para pelaku usaha warteg.

 

Menurut dia, aturan durasi makan di tempat selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bukan jadi soal.

Mereka meminta kemudahan peminjaman dana dari perbankan untuk memperpanjang sewa usaha yang rata-rata telah habis masa kontraknya.

Baca juga: Ini Aturan Makan Terbaru di Wilayah PPKM Level 4, 3, dan 2

"Banyak warteg-warteg akibat pandemi banyak yang terimbas kredit macet, akibat pinjaman macet ini di perbankan mengakibatkan banyak warteg yang tidak bisa mengakses KUR. Ini butuh solusi dari kebijakan pemerintah agar para warteg bisa mengakses pinjaman modal lagi," ujar Mukroni kepada Kompas.com, Selasa (7/9/2021).

Ia menilai, bantuan langsung tunai (BLT) kepada para warteg dan pedagang kaki lima (PKL) sebesar Rp 1,2 juta belum cukup membantu kesulitan yang mereka alami.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantaran, banyak usaha warteg yang tutup akibat pandemi karena omset penjualan yang turun drastis, dan tak ada dana untuk memperpanjang kontrak.

"Sebenarnya yang dibutuhkan oleh warteg-warteg yang terkena pandemi adalah pinjaman modal untuk memperpanjang sewa tempat untuk berusaha. Nilai bantuan langsung tunai masih kurang mengena karena karena kebutuhan dana untuk sewa melebihi dari nilai BLT," kata Mukroni.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Berlanjut, Waktu Makan di Tempat Jadi 60 Menit

Selain itu, durasi makan di warteg selama masa PPKM juga dianggap belum menjamin para pelaku usaha warteg bisa membayar biaya sewa.

"Ini yang dibutuhkan warteg-warteg bukan waktu makan 60 menit, yang dibutuhkan 1 tahun atau 365 hari atau 8.760 jam atau 525.600 menit agar warteg bisa berjualan karena waktu sewa setahun itu belum bisa dibayar warteg karena dananya tidak ada karena kena dampak pandemi," kata Mukroni.

"Artinya warteg-warteg sekarang butuh pendanaan untuk biaya memperpanjang sewa usaha yang sudah habis waktunya sehingga kebijakan pemerintah bagaimana memberi waktu untuk berusaha selama 525.600 menit bukan 60 menit," sambung dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.