Dorong Tingkat Kunjungan, Ciputra Beri Diskon Sewa hingga Ubah Konsep Mal

Kompas.com - 10/09/2021, 15:21 WIB
Suasana pembukaan mal pertama di Mal Ciputra Semarang, Selasa (10/8/2021) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIASuasana pembukaan mal pertama di Mal Ciputra Semarang, Selasa (10/8/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi pandemi yang belum usai hingga kini mendorong emiten property, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) untuk memberikan insentif bagi penyewa mal, hingga bertransformasi dari segi konsep mal.

Artadinata Djangkar, Direktur Senior Ciputra Group mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19, pihaknya memberikan insentif berupa potongan harga sewa unit di beberapa mal milik Ciputra Group mulai dari 30 persen hingga 50 persen.

“Untuk mal, utamanya yang di Jakarta selama masa pandemi memang ada diskon. Selama pandemi ini kami menawarkan diskon sewa mulai dari 50 persen, berkurang menjadi 30-40 persen. Namun selama PPKM, apa boleh buat, diskon sewanya 100 persen,” jelas Artadinata dalam public expose live Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Pengusaha Usul Anak Usia 12 Tahun ke Bawah Boleh Masuk Mal, Ini Kata Jubir Luhut

Artadinata mengungkapkan, meskipun tingkat kunjugan masih tinggi namun sebenarnya tingkat penyewaan turun jauh sekali. Ketika PPKM diberlakukan di pertengahan Juni 2021, aktivitas mal sangat terdampak, sehingga ia memberikan pembebasan sewa.

Di sisi lain, perseroan tetap berupaya untuk mempertahankan jumlah pengunjung di mal, dan mengimbau agar semua tenant dapat membuka tokonya. Pemberian diskon untuk sewa unit juga diharapkan mampu mendukung pendapatan para tenant.

“Upaya utama untuk mempertahankan mal adalah dengan membuka dan skaligus mengimbau agar semua tenant dapat membuka mal, jadi untuk tingkat kunjugnan, keramaiannya tetap terjaga. Dengan begitu, memberikan diskon yang wajar supaya mereka bisa survive,” jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, menjamurnya bisnis online tentunya menurunkan minat masyarakat untuk datang berbelanja di mal. Oleh sebab itu, pihaknya berinovasi dengan mengubah konsep mal, dari yang tadinya difokuskan pada berbelanja, kini lebih kepada konsep gaya hidup atau lifestyle.

“Sebelum adanya pandemic, memang mal sudah terjadi pergeseran tentang posisi mal yang berubah dari semata-mata untuk belanja, menjadi tempat hiburan. Jadi sudah ada pergeseran ke lifestyle memang tidak bisa dipungkiri semakin besar volume dari online shop itu akan mempengaruhi shopping (di mal),” jelas dia.

Menurutnya, di Indonesia tempat hiburan masih terbatas, sehingga alih fungsi mal ke konsep lifestyle dinilai akan mempertahankan eksistensi mal di waktu yang panjang.

“Di Indonesia, secara umum fungsi mal sebagai lifestyle center, saya kira masih tetap akan bertahan cukup panjang. Jadi saya kira ktia harus mncermati peruabhan rule dari mal ini di masa yang akan datang,” tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.