KOLOM BIZ
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan OCTA
Mengenal Trading Forex dan Risikonya
forex, trading forex, risiko forex, kolombiz
Tak ada investasi tanpa risiko. Begitu juga dengan forex. Kenali lebih jauh mengenai trading forex dan risikonya sebelum memulai.

Trading Forex, Modal Berapa Pun Bisa Habis

Kompas.com - 27/09/2021, 08:07 WIB
Ilustrasi trading forex. Dok OCTAIlustrasi trading forex.
Ryan Filbert
Penulis:
Ryan Filbert
Ryan Filbert adalah penulis 20 judul buku Investasi best seller nasional Brand Ambassador Octa Investama Berjangka - Octa.id    

TULISAN soal foreign exchange (forex) ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya yang berjudul Strategi Trading Forex “Antibangkrut” untuk Pemula.

Selain itu, tulisan ini juga menjawab pertanyaan yang kerap muncul saat ingin trading forex, yaitu "Berapa modal yang tepat atau paling minim untuk trading forex?"

Sama seperti membeli saham, untuk melakukan trading forex Anda juga mesti mempersiapkan modal minimum. Berapakah besaran modal itu?

Untuk saham, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan bahwa investor dapat membeli instrumen ini minimal 1 lot atau 100 lembar. Jadi, dengan estimasi harga saham terendah adalah Rp 50 per lembar, kita dapat katakan modal paling sedikit adalah Rp 50 x 100 lembar. Itu berarti, kita butuh Rp 5.000 sebagai modal yang paling minimum.

Demikian pula saat ingin berinvestasi reksa dana. Ketika Anda mengetahui bahwa ketentuan kelipatan pembelian reksa dana adalah Rp 50.000 dari sebuah platform atau manajer investasi, maka itulah nilai minimum.

Sebenarnya, hal serupa juga diberlakukan dalam instrumen forex. Sayangnya, sering kali kita keliru ketika mengaplikasikan konsep nilai minimum tersebut pada forex.

Misalnya, ketika membuka akun forex di Octa.id, ada ketentuan harus memulai dengan 100 dollar Amerika Serikat (AS). Namun, nominal itu bukanlah modal minimum yang dipakai ketika hendak memulai perdagangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perlu diketahui, nominal tersebut lebih cocok bila dianalogikan seperti kita membuka rekening tabungan pada sebuah bank. Apakah ada setoran minimumnya? Bila ada, apakah setiap bank memiliki setoran minimum yang berbeda?

Bila Anda membuka sebuah bisnis atau usaha lalu Anda membuka rekening bank, apakah modal membuka bisnis atau usaha Anda adalah sebesar membuka setoran minimum bank Anda?

Itulah kunci memahaminya. Pembukaan minimum pada broker forex—masih dengan contoh pada Octa.id sebesar 100 dollar AS—tidak ada hubungannya dengan modal minimum bisnis perdagangan forex Anda.

Ilustrasi aktivitas trading forex.Dok OCTA Ilustrasi aktivitas trading forex.

Jadi, modal sebenarnya yang dibutuhkan pada bisnis atau usaha Anda tidak berhubungan dengan modal setoran minimum membuka rekening bank untuk bisnis yang akan Anda jalankan.

Saya harap sampai di bagian ini, kita sudah sama-sama bisa membedakan antara modal perdagangan Anda dan modal pembukaan akun Anda.

Mari kita lanjutkan pada bagian “Pada forex, modal berapa pun bisa habis”. Sebenarnya, apa maksud pernyataan ini?

Jangan berasumsi dahulu. Coba pikirkan, apakah Anda pernah mengetahui prinsip gadai?

Prinsip gadai tidak terlalu sulit untuk dipahami, meskipun seseorang belum pernah melakukannya.

Pertama, barang yang mau digadaikan akan ditaksir oleh tempat gadai. Contohnya, kita menggadaikan emas seberat 100 gram. Maka, emas kita serahkan, lalu uang kita bawa pulang.

Kemudian, apakah Anda akan diberikan 100 persen dari nilai 100 gram emas tadi? Tentu tidak. Bila 100 persen, namanya Anda jual emas bukan gadai emas. Masuk akal, kan?

Sebuah tempat gadai akan menaksir emas atau barang Anda dengan harga berkisar 80-90 persen. Artinya, plafon maksimum Anda adalah setara 90 persen dari harga 100 gram emas saat itu.

Kemudian, uang dari pergadaian Anda bawa pulang. Emasnya ditinggal di tempat gadai.

Nantinya, Anda tinggal bayar biaya pinjaman atas 90 persen uang yang Anda bawa pulang. Dari nilai itu, Anda mungkin dikenakan bunga dan biaya titip emas.

Pertanyaan sederhana, bagaimana bila sampai jatuh tempo Anda tidak kembalikan uangnya? Emas Anda akan dijual oleh tempat gadai untuk menutup pinjaman Anda.

Nah, jika ada kondisi tertentu, tempat gadai juga akan menyesuaikan. Misalnya, saat Anda meminjam dan belum jatuh tempo, lalu nilai emas turun 10 persen dari waktu Anda menerima dana, tempat gadai akan menghubungi Anda untuk menambahkan uang.

Mengapa demikian?

Pada dasarnya, sebuah tempat gadai memberikan selisih atau jarak antara harga pasar dan nilai jaminan yang mereka simpan. Pada posisi seperti ini, emas Anda akan dijual kalau Anda tidak setor.

Sebab, tempat gadai akan berpikir risiko merugi. Mari kita buat rumus sederhana bagi pembaca yang mulai merasa tulisan ini terlalu rumit.

Saat harga emas turun, lalu Anda menambah jaminan pinjaman atau setor dana tersebut, maka nilainya sama dengan nilai pasar saat ini.

Lalu, kapan kita dapat merasa tenang bahwa emas kita tidak akan dijual oleh tempat gadai? Jawabannya, dengan melunasi pinjaman.

Selama emas Anda masih di tempat gadai dan periode pinjaman masih berlangsung, maka selama itu pula akan ada penyesuaian yang harus Anda hitung sebagai risiko.

Ilustrasi seseorang membaca grafik pergerakan forexDok OCTA Ilustrasi seseorang membaca grafik pergerakan forex

Bergeser ke trading forex, orang berpikir bahwa modal 100 dollar AS tergolong kecil karena masih ada aktivitas trading yang membutuhkan modal 10.000 dollar AS atau bahkan 1 juta dollar AS.

Ketika Anda pergi ke tempat gadai untuk menggadaikan emas seperti contoh tadi, Anda diberikan plafon maksimum 90 persen.

Artinya, bila di waktu yang sama Anda menggadaikan emas karena butuh uang setara 100 gram emas, ini berarti 90 persen dimodali tempat gadai, 10 persen merupakan modal sendiri yang disiapkan untuk kebutuhan dana Anda.

Kalau dibuat perbandingan, modal Anda adalah 1:10 dari 100 persen dana yang dibutuhkan.

Pada perdagangan forex, broker memberikan keleluasaan atas modal pribadi Anda dengan besaran pinjaman. Singkatnya, mereka siap meminjamkan uang seperti tempat gadai, bisa 1:100, bisa 1:500, bisa 1:50, atau bisa juga 1:10.

Bila kita memilih 1:100 dan Anda mau membeli emas terhadap USD (XAU/USD) untuk 1 lot atau dengan harga emas 1.800 dollar AS per troy ounce, ini berarti Anda harus mempersiapkan dana 180.000 dollar AS.

Karena modalnya 1:100, dana yang dipersiapkan cukup seperseratus dari 180.000 dollar AS. Maka, modal awal Anda bukanlah 100 dollar AS, melainkan 1.800 dollar AS.

Setelahnya, Anda akan berkata, "Okelah 1.800 dollar AS untuk pembelian 1 lot emas!"

Jangan lupa, tempat gadai tadi pun akan meminta Anda setor jaminan lebih banyak saat harganya turun kan? Karena Anda membeli 1 lot emas, setiap 1 dollar AS penurunan emas dunia, berarti ada 100 dollar AS yang perlu dipersiapkan.

Jadi, bila modal Anda 10.000 dollar AS, lalu terjadi penurunan emas dunia sebesar 1 dollar AS, Anda akan diminta setor modal kembali 100 dollar AS.

Lalu, kalau emas dunia turun sampai 100 dollar AS, 10.000 dollar AS yang sudah jadi modal Anda tadi tidak ada artinya.

Terlebih, modal 10.000 dollar AS yang disetorkan pada awal sudah dipotong biaya beli senilai 1.800 dollar AS.

Artinya, sisa modal Anda hanya 8.200 dollar AS. Ini berarti, kalau emas dunia turun 82 dollar AS, modal Anda habis sudah!

 

Mau coba imajinasi lain untuk menyatakan bahwa uang berapa pun bisa habis pada forex?

Anda setor modal yang besar, yakni 10 juta dollar AS. Lalu, Anda beli 1.000 lot XAU/USD dengan pilihan modal 1:100 atau 1,8 juta dollar AS

Berarti, sisa modal Anda 8,2 juta dollar AS. Bila emas dunia turun sebesar 1 dollar AS, Anda butuh modal tambahan 100 dollar AS untuk 1 lot. Nah, kalau 1.000 lot, Anda butuh modal tambahan 100.000 dollar AS.

Artinya, mau modal kecil atau besar, uang bisa saja habis...bis....!

Kabar buruknya, 2020 adalah salah satu tahun dengan pergerakan emas harian terbanyak. Nilai fluktuasinya bisa mencapai 82 dollar AS dari titik tertinggi ke titik terendah dalam 1 hari.

Melihat data berikut, saya cukup yakin bahwa tidak sedikit orang bangkrut di forex :

Tabel berisikan data pergerakan forex. Data diolah dari daily price XAU/USD Investing.com dari yang tertinggi hingga terendah (September 2008-Juni 2021)Dok OCTA Tabel berisikan data pergerakan forex. Data diolah dari daily price XAU/USD Investing.com dari yang tertinggi hingga terendah (September 2008-Juni 2021)

Jadi, modal berapakah yang tepat untuk trading forex? Jawabannya adalah berapa banyak lot yang Anda ingin transaksikan. Lalu, bagaimana kesiapan Anda untuk menahan market ketika harga berbalik hingga di luar yang sudah Anda rencanakan?

 

Catatan: Trading contract for difference (CFD) dengan leverage mungkin dapat membawakan keuntungan tinggi, tetapi juga dapat menyebabkan Anda kehilangan dana. Mohon pertimbangkan risikonya.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.