Besok, Integrasi Transportasi di Stasiun Tebet dan Palmerah Diresmikan

Kompas.com - 28/09/2021, 11:16 WIB
Supir bajaj di dekat Stasiun Tebet, Jakarta pada Kamis (5/11/2020) sore. Stasiun Tebet tengah ditata seperti Stasiun Tanah Abang. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOSupir bajaj di dekat Stasiun Tebet, Jakarta pada Kamis (5/11/2020) sore. Stasiun Tebet tengah ditata seperti Stasiun Tanah Abang.


JAKARTA, KOMPAS.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyebut bahwa integrasi transportasi di Stasiun Tebet dan Palmerah siap diresmikan pada Rabu (29/9/2021) besok.

Peresmian penataan kawasan Stasiun Tebet dan Palmerah rencananya akan dilaksanakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

VP Public Relations KAI Joni Martinus menegaskan, pihaknya mendukung integrasi transportasi di Jabodetabek untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses transportasi umum.

Baca juga: Jalur Layang Beroperasi, Ini Alur Naik Turun KRL di Stasiun Manggarai

Menurutnya, konektivitas antarmoda yang baik diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum.

"Penataan kawasan stasiun ini akan meningkatkan aksesibilitas para pengguna KRL saat akan menuju atau tiba di stasiun,” kata Joni dalam keterangan resminya, dikutip pada Selasa (28/9/2021).

“Karena setelah ditata, kawasan stasiun menjadi lebih teratur dan dilengkapi integrasi antarmoda yang baik,"sambung Joni Martinus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nantinya, penumpang KRL akan lebih mudah untuk melanjutkan perjalanannya menggunakan transportasi umum lainnya.

Baca juga: Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Pasalnya, stasiun-stasiun tersebut terintegrasi dengan moda transportasi lainnya seperti bus Transjakarta, mikrotrans, bajaj, atau ojek online. Seluruhnya telah ditata dengan baik pada kawasan stasiun.

Selain itu, hadirnya berbagai fasilitas penunjang serta wayfinding yang baik, akan membuat para pengguna KRL menjadi lebih nyaman saat berada di kawasan stasiun.

Saat ini, KRL melayani rata-rata sekitar 300 ribuan pengguna perhari melalui 994 perjalanan KRL. Data tersebut mencerminkan bahwa jumlah pengguna KRL cukup banyak.

Baca juga: Penumpang KRL Melonjak, KAI Commuter Tegaskan Masih Ada Pembatasan

Dengan begitu, penataan kawasan stasiun dan integrasi antarmoda yang baik akan mewujudkan mobilitas para pengguna KRL yang tertib dan teratur saat mencari moda transportasi lanjutan.

Kolaborasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan pihak Swasta dalam membangun suatu ekosistem transportasi yang terintegrasi akan memberikan peningkatan pelayanan kepada para pengguna transportasi umum.

Joni menilai, dengan hadirnya integrasi transportasi umum yang baik, diharapkan semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraaan pribadi ke moda transportasi umum khususnya kereta api yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Baca juga: Syarat Naik KRL Berubah, Cukup Tunjukkan Kartu Vaksinasi Covid-19

Sebelumnya, penataaan kawasan stasiun telah diresmikan di Stasiun Pasar Senen, Sudirman, Tanah Abang, dan Juanda pada 17 Juni 2020 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.