Mitratel IPO Akhir Tahun Ini, Kapan Anak Usaha BUMN Lainnya Menyusul?

Kompas.com - 07/10/2021, 07:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bahwa PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) akan mencatatkan saham perdananya (Initial Public Offerring/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2021.

Stafsus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menyebutkan, baru Mitratel anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang akan IPO pada tahun ini. Sedangkan, rencana IPO anak usaha BUMN lainnya, seperti PT Pertamina Geothermal Energy sebagai anak usaha Pertamina, belum ditentukan.

"Yang pasti Mitratel yang terdekat, perusahaan pemilik tower terbesar ini akan menjadi bintangnya perusahaan di industri ini," kata dia melalui keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Ada Kekosongan Hukum Pelindungan ABK, Begini Langkah Pemerintah

Arya memprediksi IPO Mitratel bakal sukses karena perusahaan tersebut dinilai mempunyai fundamental yang kuat di sektor industri telekomunikasi.

Kekuatan fundamental Mitratel kata Arya, dapat dilihat dari aset dan layanan yang dimiliki oleh perseroan yang tidak dimiliki oleh perusahaan sejenis di sektor bisnis menara telekomunikasi.

Selain itu, Mitratel memiliki strategi pertumbuhan jangka panjang dengan masuk ke digital infrastruktur jaringan 5G yang sedang berkembang.

Rencananya, Mitratel juga akan ekspansi di kawasan Asia Tenggara ataupun Asia Pasifik. Mitratel saat ini memiliki 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Mitratel di-support oleh fiber optik, sehingga tower-tower yang dimiliki Mitratel punya power yang kuat, bukan sekadar radio. Dan ini merupakan kelebihan yang dimiliki Mitratel. Dari tower memang bisa diimbangi oleh perusahaan yang lain, tapi dari sisi fiber optik, Mitratel ini powerful," ujarnya.

Baca juga: 3 Strategi Pemerintah Penuhi Kebutuhan Jagung untuk Pakan Ternak

Sebelumnya, Vice President Investor Relations Telkom Andi Setiawan menjelaskan, Telkomsel pertama kali melakukan pengalihan menara ke Mitratel pada 14 Oktober 2020 sebanyak 6.050 unit. Kemudian, Telkomsel melakukan pengalihan lagi 4.000 unit Menara pada 31 Agustus 2021.

Pengalihan ini menurut Andi bertujuan untuk memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah Mitratel, sedangkan bagi Telkomsel pengalihan menara akan menjadikan Telkomsel lebih fokus pada bisnis utamanya.

Pembentukan holding BUMN panas bumi ditargetkan oleh pemerintah sebagai bentuk komitmen sumber daya energi baru dan terbarukan (EBT) dengan menggabungkan anak usaha Pertamina dan PLN. IPO perusahaan pembangkit tenaga listrik energi terbarukan dikabarkan akan bisa menggalang dana setidaknya mencapai 500 juta dollar AS atau setara Rp 7,3 triliun.

Baca juga: Ini Penyebab IHSG Melesat dan Tembus Level 6.400

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.