BKN: Banyak Masyarakat Mau Jadi ASN Tanpa Jalur Semestinya

Kompas.com - 07/10/2021, 06:18 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana berjalan untuk menjalani pemeriksaan di Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, Selasa (22/6/2021). Bima Haria Wibisana yang hadir melalui pintu belakang untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran HAM dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) dari 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATKepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana berjalan untuk menjalani pemeriksaan di Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, Selasa (22/6/2021). Bima Haria Wibisana yang hadir melalui pintu belakang untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran HAM dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) dari 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengungkapkan banyak masyarakat yang mau menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Namun ia mengungkapkan tak semua masyarakat tersebut mau mengikuti aturan dan masuk melalui jalur resmi yaitu tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau ASN. Salah satunya dengan menggunakan calo.

"Masyarakat ternyata masih banyak yang menginginkan masuk ASN tanpa jalur yang semestinya. Jadi sebetulnya dua-duanya salah, calonya salah dan masyarakat yang percaya juga salah," ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: BKN: Siapa Pun Tidak Bisa Bantu Kelulusan Tes CPNS Selain Usaha Peserta Masing-masing

Salah satu cara mencegah kongkalikong rekrutmen ASN yaitu dengan penggunaan sistem teknologi Computer Assisted Test (CAT). Sistem tersebut sudah dipakai selama 7 tahun terakhir.

Bima mengatakan BKN terus mengembangkan sistem CAT. Salah satunya yaitu dengan inovasi baru pendeteksi wajah para peserta CPNS atau CASN agar menghindari terjadinya percaloan di lokasi ujian.

Meskipun para calo CPNS masih berkeliaran, Bima menyebut tidak ada yang bisa menggadaikan sistem CAT agar seseorang bisa masuk menjadi ASN secara tidak wajar, meski itu anak pejabat sekalipun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kasus Penipuan Masuk CPNS Kembali Muncul, Ini Pesan Menpan-RB

Sebelumnya, kasus dugaan penipuan masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali muncul. Bahkan, kali ini anak penyanyi Nia Daniati, Olivia Nathania, terseret dalam dugaan kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, para calo memang kerap muncul saat seleksi CPNS dibuka.

Oleh karena itu kata dia, Kementerian PAN-RB selalu berpesan agar para peserta maupun orangtua peserta CPNS tidak tergiur dengan iming-iming yang ditawarkan para calo tersebut.

"Kementerian PAN-RB serta BKN rutin menginfokan, jangan percaya calo yang menawarkan kemudahan-kemudahan karena proses ujian CPNS terbuka dan transparan," ujarnya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Mengenal Pangkat Golongan PNS, dari CPNS sampai Pensiun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.